24 March 2026 18:31
Jakarta: Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyebut telah terjalin negosiasi di antara kedua negara. Teheran menyatakan bahwa kabar mengenai adanya pembicaraan produktif tersebut hanyalah berita bohong atau fake news.
Sebelumnya, Donald Trump melalui unggahan di platform X mengklaim bahwa AS dan Iran telah menjalani diskusi yang "baik dan produktif". Pada Senin 23 Maret 2026, Trump bahkan mengaku telah menunda rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari sebagai respons atas komunikasi yang disebutnya berjalan positif.
Namun, klaim tersebut langsung dimentahkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. Ia menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang dilakukan Iran dengan AS. Menurut Baghaei, meskipun ada pesan dari negara-negara sahabat yang menunjukkan keinginan AS untuk memulai pembicaraan, pihak Iran sama sekali belum memberikan tanggapan.
Lebih lanjut, Baghaei menegaskan bahwa posisi Iran terkait keamanan Selat Hormuz serta syarat-syarat untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah tetap tidak berubah.
| Baca Juga: Trump Klaim AS dan Iran Bisa Berbagi Kendali Atas Selat Hormuz |