Smart Glasses Makin Canggih Berkat AI, Ini Sejarah hingga Cara Kerjanya-Melek Teknologi

1 October 2026 16:49

Jakarta: Perkembangan teknologi membuat berbagai perangkat elektronik semakin memudahkan aktivitas sehari-hari. Tidak hanya melalui smartphone dan smartwatch, kini hadir perangkat yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai fitur digital langsung melalui kacamata.

Teknologi tersebut dikenal sebagai smart glasses atau kacamata pintar. Berbeda dengan kacamata biasa, perangkat ini dilengkapi berbagai teknologi seperti kamera, mikrofon, speaker, hingga konektivitas internet dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), tergantung pada jenis dan modelnya.

Melansir dari CGTN Africa, China menjadi salah satu pasar utama AI smart glasses. Dengan perkembangan teknologi ini, pengguna dapat mengakses layanan asisten AI secara real time.
 

 

Awal Mula Smart Glasses

Meski baru populer dalam beberapa tahun terakhir, konsep smart glasses sebenarnya sudah memiliki sejarah panjang. Dilansir dari Even Realities, ide mengenai kacamata pintar muncul dalam fiksi ilmiah pada 1935 melalui cerita Pygmalion's Spectacles karya Stanley G. Weinbaum.

Perkembangan teknologinya mulai terlihat pada 1960-an ketika ilmuwan Ivan E. Sutherland mengembangkan head-mounted display yang dikenal sebagai “Sword of Damocles”. Perangkat tersebut menjadi salah satu cikal bakal teknologi layar yang digunakan pada perangkat VR dan AR.

Memasuki 1990-an, penelitian mengenai Augmented Reality (AR) semakin berkembang. Kemudian pada 2000-an, teknologi head-mounted display mulai dicoba untuk berbagai kebutuhan, seperti navigasi, pelatihan, hingga pekerjaan lapangan. Popularitas smart glasses kemudian melonjak pada awal 2010-an, terutama setelah kemunculan Google Glass.

Cara Kerja Smart Glasses

Pada dasarnya, smart glasses bekerja dengan menggabungkan sejumlah komponen dalam bentuk kacamata. Pengguna dapat melihat panggilan, pesan, dan notifikasi secara langsung. Selain itu, pengguna juga bisa mendengarkan musik dan podcast serta mengambil foto dan video melalui kamera yang terdapat pada kacamata.

Beberapa perangkat juga dapat terhubung dengan smartphone melalui Bluetooth atau koneksi internet. Dengan begitu, pengguna dapat menerima notifikasi, melakukan panggilan, atau mengakses fitur tertentu melalui kacamata.

Jika dilengkapi AI, kemampuan smart glasses dapat menjadi lebih luas. Pengguna dapat memberikan perintah suara, meminta informasi, atau menggunakan kamera untuk membantu mengenali objek dan lingkungan di sekitarnya.

Tantangan Pemakaian Smart Glasses

Di balik kemudahan yang ditawarkan, penggunaan smart glasses juga menimbulkan sejumlah kekhawatiran, terutama terkait privasi. Pasalnya, perangkat ini dapat dilengkapi kamera dan teknologi AI yang memungkinkan pengguna mengambil gambar maupun merekam video.

Kekhawatiran muncul karena seseorang dapat terekam tanpa menyadari bahwa dirinya sedang direkam. Hal ini menjadi perhatian karena bentuk smart glasses yang menyerupai kacamata biasa membuat keberadaan kamera sulit dikenali oleh orang di sekitar.

Selain itu, lampu indikator yang menunjukkan kamera sedang digunakan dinilai tidak selalu mudah terlihat. Kondisi tersebut membuat penggunaan smart glasses di sejumlah tempat dan situasi menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi potensi pelanggaran privasi.
 

Nah, smart glasses bukanlah teknologi yang benar-benar baru. Perangkat ini telah melalui perkembangan panjang sejak konsepnya muncul dalam fiksi ilmiah hingga kini dipadukan dengan AI. Di tengah berbagai kemudahan yang ditawarkan, perkembangan smart glasses juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal privasi dan penggunaan kamera di ruang publik.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X