Waspada Dampak Kesehatan akibat Kabut Asap Karhutla

16 October 2026 12:45

Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Paparan asap dalam waktu lama dapat memicu gangguan pernapasan hingga memperburuk penyakit jantung dan paru. Masyarakat diimbau untuk mengurangi paparan asap dan menerapkan langkah perlindungan diri.   

Asap karhutla mengandung partikel halus yang dapat masuk ke dalam saluran pernapasan. Paparan asap dapat memicu batuk, sakit tenggorokan, dan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Pada penderita asma, asap juga dapat memicu serangan sesak napas. Selain itu, paparan polusi udara dapat memperburuk kondisi penderita penyakit jantung dan paru.   

Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat diimbau menggunakan respirator N95 atau KN95 yang pas saat harus beraktivitas di luar ruangan. Pantau kualitas udara sebelum beraktivitas, dan kurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. 

Saat asap pekat, tutup pintu dan jendela untuk membatasi asap masuk ke dalam rumah. Jika memungkinkan, gunakan pembersih udara dengan filter HEPA. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko paparan, meski tidak sepenuhnya menghilangkan risiko.    Bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, penyakit paru kronis, dan penyakit jantung menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Kelompok ini diimbau membatasi paparan asap dan mengutamakan aktivitas di dalam ruangan dengan udara yang lebih bersih.  

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan seperti batuk yang memburuk, mengi, atau sesak napas. Jika keluhan berlanjut, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. Apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, bibir membiru, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat.    Di tengah ancaman karhutla dan kabut asap, melindungi diri menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan. Mengurangi paparan asap, memantau kualitas udara, dan mengenali gejala sejak dini dapat membantu menekan risiko gangguan kesehatan.   

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X