Harga Plastik Naik, Pedagang Daun Pisang Kebanjiran Pesanan

15 April 2026 15:09

Pangandaran: Harga plastik kian meroket imbas dari konflik Timur Tengah yang tak kunjung mereda. Sejumlah pelaku usaha banyak yang beralih menggunakan daun pisang sebagai alternatif bahan pembungkus. Hal ini membuat pedagang daun pisang akhirnya kebanjiran pesanan.

Meski berdampak signifikan bagi pelaku usaha, kenaikan harga plastik justru membawa keuntungan bagi pasangan suami istri (pasutri) pedagang daun pisang di Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).

Sebelumnya, mereka hanya mampu menjual daun pisang dalam jumlah terbatas. Namun kini, permintaan meningkat signifikan setiap harinya seiring naiknya harga plastik.
 

Baca Juga: Harga Plastik Naik hingga 100%, Pemprov DKI Dorong Penggunaan Daun Pisang

Mereka membeli daun pisang dari kebun warga untuk dijual kembali ke pasar. Pasangan ini mengaku bersyukur karena di tengah mahalnya plastik, dagangan mereka justru semakin diminati. 

"Setelah plastiknya mahal, alhamdulillah daun yang tadinya dapat Rp40 ribu sekali jual, sekarang bisa dapat Rp70 ribu. Tadinya enggak bisa beli daging, sekarang bisa beli daging," ujar Pedagang Daun Pisang, Sutisman, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 15 April 2026. 

Sutisman mengungkapkan bahwa pesanan tak hanya berasal dari warga lokal saja, melainkan juga ada yang dari luar daerah seperti Jawa Tengah (Jateng). Pembeli didominasi oleh para pelaku usaha tempe, lontong, hingga nasi. 

Daun pisang banyak dipilih karena harganya yang lebih ekonomis, satu ikatnya hanya dijual seharga Rp1.500. Selain itu, daun pisang juga dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu memberikan aroma khas pada makanan. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)