23 September 2026 12:44
Duka mendalam kembali menghampiri Irfan dalam waktu yang begitu singkat. Belum genap usai rasa kehilangan atas kepergian sang ibu beberapa bulan lalu, pemuda asal Kabupaten Solok, Sumatra Barat, ini harus merelakan sang adik, Davia Rahman, yang terlepas dari pelukannya saat banjir bandang (galodo) menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok, pada 21 September 2026.
Peristiwa tragis itu bermula ketika Irfan dan adiknya sedang duduk bersantai di sebuah warung, di kawasan kompleks perkantoran tersebut. Tanpa ada tanda peringatan, gelombang air bah mendadak datang menerjang dengan sangat cepat hingga mereka tak sempat menutup pintu warung untuk menyelamatkan diri.
Derasnya luapan air langsung mengurung kakak-beradik itu di dalam ruangan. Keduanya sempat terjebak dan terhimpit di antara etalase warung sembari berusaha keras memegang tiang atau bagian bangunan agar tidak terseret arus. Namun, hantaman air bah yang begitu kuat merubuhkan etalase dan membawa mereka berdua hanyut ke bawah.
"Kejepit sama etalase, terus berusaha keluar dan air kembali menghantam etalase, kami kebawa (hanyut)." kata Irfan.
Di tengah arus deras yang membawa material berbahaya berupa batu-batu besar dan potongan kayu, Irfan berjuang sekuat tenaga mempertahankan adiknya dalam pelukan. Ia memegang erat tangan Devi agar tak terpisah.