2 September 2026 22:27
Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dilaporkan telah menyeberang dan menyelimuti pusat kota Manila, Filipina, pada Selasa, 1 September 2026. Hal ini mengakibatkan polusi udara di wilayah tersebut melonjak ke tingkat yang berbahaya.
Biro Manajemen Lingkungan dari Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina menyatakan bahwa kabut asap yang menyelimuti ibu kota mengandung kadar Particulate Matter (PM) 2,5 yang sangat tinggi. Partikel halus ini sangat berbahaya karena ukurannya yang kecil memungkinkannya menembus dalam hingga ke sistem pernapasan manusia.
Terbawanya kabut asap dari daratan Kalimantan hingga ke Filipina sangat dipengaruhi oleh dinamika cuaca. Pakar Lingkungan dari Institut Ilmu Lingkungan dan Meteorologi Universitas Filipina, Dr. Gerry Bagatsa, memaparkan bahwa angin monsun barat daya yang berhembus kuat bertindak sebagai pembawa material asap melintasi garis khatulistiwa.