12 August 2026 17:14
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 pada Senin, 10 Agustus 2026. Hasil survei menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan nasional.
Dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu, 12 Agustus 2026, Indeks literasi keuangan nasional tahun 2026 tercatat mencapai 69,57 persen, naik dari 66,64 persen periode 2025. Sementara itu, indeks inklusi keuangan juga mengalami kenaikan menjadi 93,61 persen dari sebelumnya 92,74 persen.
Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa capaian ini telah melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMN 2025-2029 untuk tahun 2029, yakni target literasi sebesar 69,35 persen dan inklusi sebesar 93 persen. Peningkatan ini didorong oleh program edukasi yang intensif serta implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Dalam pemetaan level provinsi, DKI Jakarta mencatatkan indeks literasi keuangan tertinggi sebesar 84,01 persen, disusul oleh Kalimantan Selatan 97,86 persen inklusi/literasi gabungan dan Bali 78,71 persen.