Ledakan Dahsyat di Lebanon Selatan, Operasi Militer Israel Kembali Memanas

1 May 2026 17:51

Ledakan besar dilaporkan terjadi di wilayah selatan Lebanon, memicu kepanikan warga dan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan operasi militer yang dilakukan Israel terhadap target yang disebut sebagai infrastruktur milik Hizbullah.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jum'at 1 Mei 2026, rekaman yang dirilis militer Israel memperlihatkan momen ledakan di kawasan Mazraat Buyut as-Sayyid. Asap tebal tampak membumbung tinggi ke udara, menunjukkan skala ledakan yang cukup besar. Hingga kini, belum ada kepastian terkait waktu pasti pengambilan gambar tersebut.

Operasi militer Israel di Lebanon disebut dimulai sejak 2 Maret, menyusul serangan yang dilancarkan Hizbullah ke wilayah Israel. Serangan itu diklaim sebagai balasan atas insiden di Iran yang disebut menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Meski sempat tercapai kesepakatan gencatan senjata pada 16 April, situasi kembali memanas. Gencatan senjata tersebut bahkan dilaporkan telah diperpanjang selama tiga pekan, namun belum mampu meredam eskalasi konflik sepenuhnya.



Dampak dari operasi militer ini sangat besar. Lebih dari 2.500 orang dilaporkan tewas, sekitar 7.000 lainnya mengalami luka-luka, dan lebih dari 1 juta warga terpaksa mengungsi akibat konflik yang terus berlangsung.

Selain itu, Israel juga menetapkan garis pembatas di wilayah Lebanon Selatan dan melarang warga yang telah mengungsi untuk kembali ke daerah tersebut. Kebijakan ini dinilai serupa dengan pendekatan yang selama ini diterapkan di Gaza, Palestina.

Situasi di Lebanon Selatan hingga kini masih belum stabil, dengan potensi eskalasi konflik yang terus mengintai di tengah upaya diplomasi yang belum menunjukkan hasil signifikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)