Terpapar Kabut Asap Karhutla, Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang

31 August 2026 00:34

Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemas hingga tidak sadarkan diri di sekitar perkebunan sawit warga di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Satwa dilindungi tersebut diduga pingsan karena mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar tebalnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Orangutan yang kemudian diberi nama Sampurna itu awalnya ditemukan oleh warga di sebuah parit yang kering. Lokasinya berada di perkebunan warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.
 



Berdasarkan keterangan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sampurna ditemukan dalam kondisi tak berdaya. Di dalam mulutnya bahkan terdapat banyak tanah karena diduga satwa itu terus berusaha mengais mencari air untuk minum.

Merespons temuan tersebut, dokter hewan dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) langsung bergerak ke lokasi. Tim memberikan bantuan oksigen dan cairan infus karena kondisi pernapasan primata tersebut sudah sangat terganggu.

Setelah mendapat penanganan medis awal di lokasi, Sampurna segera dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI yang berlokasi di Sungai Awan Kiri. Direktur Operasional YIARI, Argitoe Ranting, membenarkan kondisi memprihatinkan satwa tersebut saat timnya tiba di lokasi evakuasi.

"Saat kita datang ke lokasi itu, orangutan sudah ada di parit yang mengering dalam kondisi lemas, tidak bisa apa-apa. Walaupun kita sudah di jarak di bawah satu meter pun dia tidak ada lari sama sekali," ungkap Argitoe dikutip dari Top News Metro TV, Minggu, 30 Agustus 2026.

Untuk menghindari risiko dan meredam respons defensif satwa, tim penyelamat terpaksa memberikan pembiusan darurat dengan dosis rendah agar Sampurna lebih tenang.

Argitoe memastikan tidak ada luka fisik akibat api pada tubuh orangutan tersebut, tapi ia menduga kuat Sampurna terkena infeksi saluran pernapasan.

"Kondisi orangutannya saat diperiksa sangat lemas, mulut penuh dengan tanah dikarenakan sepertinya dia mengais-ngais untuk mencari air. Tidak ada luka bakar, cuma memang ada masalah pernapasan karena saya duga itu kemungkinan adalah permasalahan ISPA, dikarenakan di area sekitar memang asap kebakaran itu sangat tebal sekali," ujarnya.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X