Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut hampir semua mata uang mengalami pelemahan di tengah konflik Timur Tengah saat ini. Bukan hanya Rupiah saja.
"Ya dan itu kan bukan hanya Rupiah, berbagai mata uang lain juga demikian," ujar Airlangga, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 8 April 2026.
Di sisi lain Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD masuk dalam skenario penghitungan di dalam APBN.
Purbaya tidak kaget dan menyebut hal ini telah masuk dalam simulasi rancangan fiskal terbaru. Purbaya yakin Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga moneter negara akan berupaya menjaga stabilitas rupiah.
"Angka simulasi itu rupiahnya bukan Rupiah di bawah nomer yang sebelumnya. Sudah dinaikkan ke level tertentu. Jadi itu masih termasuk dalam hitungan skenario. Tapi saya nggak bilang, jangan diambil angkanya ,oh ketemu angkanya di sana. Jadi rupiah kita serahkan ke Bank Sentral, ke ahlinya lah," ujar Purbaya.
Purbaya menambahkan, pihaknya akan memastikan belanja negara bisa terorganisir dengan baik dan tidak ada yang bocor. Program-program unggulan akan dimonitor supaya berjalan dengan baik.
"Saya juga memastikan belanjanya tadi merata, hampir merata sepanjang tahunlah. Kan biasanya kumpul di triwulan keempat sehingga dampak ekonominya nggak optimal," ujarnya.
Purbaya menambahkan, pemerintah saat ini sedang mengupayakan fiskal supaya lebih optimal.
"Di samping itu, kita akan terus memperbaiki iklim investasi seperti penggalakan Satgas debottlenecking yang menurut Bapak Presiden bagus dan perlu dilanjutkan," imbuhnya.