Kebakaran Hebat di Tambora Hanguskan Puluhan Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

29 May 2026 09:45

Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis 28 Mei 2026 malam. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan bangunan hangus terbakar dan memaksa ratusan warga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka guna mencari perlindungan.

Api mulai berkobar pada pukul 19.51 WIB di wilayah RT 12 RW 05, Kelurahan Krendang. Kondisi pemukiman yang sangat rapat serta banyaknya bangunan yang menggunakan material mudah terbakar, seperti kayu, membuat si jago merah merambat dengan cepat ke bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan laporan di lapangan, wilayah yang terdampak meliputi RT 10, 11, 12 di RW 05, serta RT 13 RW 04. Petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat mengerahkan sedikitnya 21 unit mobil pemadam kebakaran untuk melokalisir api agar tidak terus meluas ke area lain. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.20 WIB.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, dugaan sementara menyebutkan api berasal dari korsleting listrik, spesifiknya diduga akibat arus pendek pada kipas angin di sebuah kontrakan petak lantai dua milik warga setempat.
 

Baca juga: 50 RW Kumuh Jakarta Ditangani Tahun Depan

Setidaknya tercatat 33 rumah warga yang juga berfungsi sebagai tempat usaha ludes terbakar. Sebagian besar bangunan yang terdampak merupakan kontrakan petak berukuran sekitar 2,5x3 meter yang didominasi material semi-permanen.

Data dari posko pengungsian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 200 jiwa terdampak langsung oleh musibah ini. Para pengungsi saat ini tersebar di beberapa titik, termasuk musala dan rumah kerabat.

Seorang warga terdampak, Kabuy, mengungkapkan bahwa api merambat sangat cepat, hanya dalam hitungan 10 menit. Ia mengungkapkan sempat terdengar suara ledakan saat peristiwa kebakaran tersebut terjadi.

"Memang sempat ada ledakan di sumber api di kamar yang pertama kali kejadian. Namun warga belum bisa menyimpulkan sebab masih dalam penanganan aparat," jelas Kabuy yang dikutip Metro Pagi Primetime pada Jumat 29 Mei 2026.

Kabuy menyatakan saat ini para korban kebakaran membutuhkan bantuan berupa pakaian, selimut, pakaian sekolah, bahan makanan pokok dan kebutuhan bayi. Selain itu, para pengungsi juga sangat membutuhkan obat-obatan, serta air bersih.

Saat ini, warga mulai berupaya mengais puing-puing sisa kebakaran untuk menyelamatkan barang berharga yang mungkin masih bisa digunakan, sementara pihak berwenang terus melakukan pendataan dan penanganan pasca-bencana.

(Anggie Meidyana)