Sebanyak 170 lebih aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik Zionis Israel di perairan internasional dekat Yunani, tiba di perairan Lerapetra. Dua orang di antaranya kini telah kembali ke Belanda.
Anas Mohammed dan Osman Tastan disambut saat tiba di Bandara Schiphol, Belanda. Isak tangis dan rasa syukur mewarnai kepulangan para aktivis kemanusiaan ini.
Mereka bersaksi saat para aktivis ditahan militer Zionis melakukan pelecehan seksual, psikologis hingga kekerasan fisik. Tentara Zionis juga mengambil pakaian hangat dan obat-obatan serta meludah tubuh aktivis kemanusiaan.
Anas Mohammed mengungkapkan adanya perlakukan berbeda berdasarkan identitas. Ia bahkan mengaku harus menyembunyikan asal-usul dan akar budaya Arab demi menjaga keselamatan diri.
Namun kondisi jauh lebih sulit dialami oleh mereka yang memegang identitas Palestina. Di bawah hukum khusus Israel, Saif Abukeshek yang berkewarganegaraan Spanyol dan Palestina, dapat ditahan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan dan diperlakukan sesuai kehendak otoritas setempat tanpa perlindungan hukum yang memadai.
"Saif memiliki KTP Palestina, jadi dia dapat diperlakukan di Israel dengan hukum khusus yang memungkinkan mereka untuk menahannya di sana selamanya dan melakukan apa pun yang mereka suka padanya," jelas Anas yang dikutip Metro Pagi Prime Time, Selasa 5 Mei 2026.
Selama masa penahanan, para aktivis tetap berupaya menyuarakan solidaritas. Mereka melakukan aksi protes dengan meneriakkan tuntutan agar rekan-rekan mereka dibebaskan. Namun, aksi tersebut justru dibalas dengan tindakan represif yang lebih keras oleh petugas keamanan.
"Kami terus berteriak agar mereka membebaskan teman-teman kami, tetapi mereka justru menjadi semakin kasar, membawa lebih banyak orang pergi, dan menyiksa mereka," ungkap Osman.
Kekerasan berlanjut hingga Jumat pagi, 1 Mei 2026, sesaat sebelum mereka akhirnya dibebaskan. Para aktivis mengaku dibawa satu per satu oleh petugas untuk diinterogasi dan mengalami penyiksaan fisik sebelum benar-benar dilepaskan.
Hingga saat ini dua aktivis lainnya, yaitu Saif Abukeshek serta Thiago Avila masih dipenjara secara ilegal oleh Zionis Israel.