Tragis! Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri

21 February 2026 22:56

Suasana duka menyelimuti Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. NS, seorang bocah laki-laki (12) mengembuskan napas terakhirnya setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah siswa kelas 1 SMP tersebut tiba di rumah duka. Jenazah langsung disalatkan dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) keluarga Cimandala pada Sabtu, 21 Februari 2026. Korban sebelumnya sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Jampang Kulon, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka-luka yang dideritanya.

Ayah kandung korban, Anwar Satibi, tak kuasa menahan emosi saat menceritakan kondisi putranya. Anwar mendapati NS dalam kondisi tak berdaya setelah dirinya pulang bekerja selama dua hari di Kota Sukabumi.

Awalnya, Anwar mengira anaknya hanya mengalami demam biasa. Namun, ia terkejut melihat kulit sang anak lebam dan melepuh. Muncul dugaan kuat dari pihak keluarga bahwa korban sempat dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.

"Ditemukan luka bakar luas di beberapa bagian tubuh korban, mulai dari lengan, kaki kanan dan kiri, punggung, dan luka bakar di area bibir dan hidung," ujar Kepala RS Bayangkara Setukpa Sukabumi, Kombespol Dr. Charles Siagian. 

Berdasarkan keterangan sumber, aksi kekerasan ini diduga bukan kali pertama terjadi. Setahun yang lalu, saat NS masih duduk di kelas 6 SD, Anwar pernah melaporkan istrinya ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) atas kasus serupa.

"Dulu pernah terjadi penganiayaan, saya lapor ke PPA. Cuman istri saya datang mohon sujud ke saya," ungkap Anwar. 
 

Baca juga: Pelaku Penganiaya Balita di Sragen Ditangkap

Atas saran tokoh setempat, Anwar memaafkan istrinya untuk memberikan kesempatan kedua. Sebagai jaminan, terduga pelaku diminta membuat pernyataan tertulis serta video pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, meski laporan polisi tersebut belum secara resmi dicabut.

Kepergian NS meninggalkan luka mendalam, terlebih bocah tersebut dikenal sebagai sosok yang ceria dan taat beragama. Selama setahun terakhir, NS mengenyam pendidikan di sebuah pesantren.
NS memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang kiai agar dapat berdakwah dan mengajak pada kebaikan. 

Namun, impi an mulia tersebut kini sirna bersama kepergiannya yang tragis. Hanya menyisakan duka dan tanda tanya besar bagi keluarga akan penyebab kematian sang anak.

Pihak Satreskrim Polres Sukabumi kini tengah mendalami kasus ini. Polisi masih menunggu hasil autopsi resmi dari laboratorium di Jakarta yang diperkirakan keluar minggu depan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Saat ini, terduga pelaku dilaporkan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Jampang Kulon. Anwar berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya jika terbukti ada unsur tindak pidana dalam kematian putranya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)