Pelaku penganiayaan balita di Sragen diamankan di Boyolali. Foto: Dok. Polres Sragen.
Pelaku Penganiaya Balita di Sragen Ditangkap
Triawati Prihatsari • 21 February 2026 20:56
Sragen: Polisi menangkap pelaku penganiayaan balita di Sragen yang videone beredar viral di media sosial. Diketahui, pelaku berinisial P, 47 merupakan ayah kandung korban yang masih berusia 3,5 tahun tersebut.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, pelaku merupakan warga Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Pelaku berhasil diamankan setelah sempat melarikan diri.
“Alhamdulillah, pada hari ini sekitar siang hari, Tim Resmob Satreskrim Polres Sragen telah berhasil mengamankan terduga pelaku dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anak. Penangkapan pelaku dilakukan di wilayah Boyolali, setelah tim melakukan pelacakan intensif menyusul viralnya video kekerasan tersebut," ujar Dewiana, di Sragen, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ilustrasi kekerasan anak. (Metrotvnews.com)
Ia menambahkan, video penganiayaan tersebut direkam sendiri oleh pelaku. Saat ini, kondisi korban dan pelaku dilaporkan dalam kondisi baik.
Kendati demikian, demi memastikan keselamatan dan kesehatan korban secara menyeluruh, pihak kepolisian berkoordinasi dengan tenaga medis untuk penanganan lanjutan.
“Pada hari ini juga korban dibawa ke Rumah Sakit Moewardi Solo untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Terkait proses hukum, penyidik Satreskrim Polres Sragen masih terus melakukan pendalaman," ungkap Dewiana.
Bocah perempuan tersebut menangis dan berusaha menutupi wajahnya. Namun pelaku tanpa ampun kembali menendang dan menginjak kepala sang bocah berkali-kali. Pelaku sambil berkata kasar "Ndang arep piye, ndasmu. Kenek ndase sisan Ben koplak, tak grujuke wedang panas (mau apa, kepalamu. Kena kepalamu skalian biar koplak, aku siram pakai air panas )".
Video kedua, tampak bocah yang sama sedang berdua dengan temannya. Tiba-tiba pelaku mendatanginya korban dan memukul kepalanya. Korban terjatuh dan menangis, namun pelaku melanjutkan aksinya dengan menjambak rambut korban dan menariknya hingga korban jatuh terduduk di tanah.
Aksi pelaku diketahui terjadi tanggal 19 Februari 2026 tersebut menuai kemarahan netizen. Disebutkan dalam unggahan video, pelaku melakukan hal itu untuk mendapatkan kiriman uang dari sang ibu yang tengah bekerja di luar negeri.