Semarang: Presiden Prabowo Subianto memuji PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berhasil melakukan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang hingga tuntas. Setelah direvitalisasi, diharapkan stasiun tersebut dapat menyedot lebih banyak wisatawan.
"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting. Jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik wisatawan," kata Prabowo, dalam program Breaking News Metro TV, Kamis, 20 Juli 2026.
Upaya revitalisasi stasiun merupakan bentuk pelestarian sejarah dan identitas bangsa. Secara khusus Stasiun Semarang Tawang, yang punya memori khusus dengan Presiden Pertama RI Soekarno.
Sejarah mencatat, bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara pada awal kemerdekaan," ujar Prabowo.
Kereta api, menurut Prabowo, terus memainkan peran yang signifikan dalam kehidupan bangsa yang modern. Moda transportasi itu selalu memberi banyak manfaat kepada rakyat, terutama rakyat yang berpenghasilan rendah.
"Kereta api adalah instrumen ekonomi rakyat. Kereta api adalah instrumen sesungguhnya daripada demokratisasi ekonomi. Kereta api harus melayani rakyat," katanya.
Pada kesempatan itu, Prabowo meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah (Jateng). Peresmian tersebut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ATR Nusron Wahid, Seskab Teddy Indra Wijaya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan sejumlah pejabat lainnya.
Stasiun Semarang Tawang telah melayani lebih dari dua juta penumpang pada semester I-2026. Tahun lalu, total sekitar 3,8 juta penumpang, jadi peningkatannya tercatat lebih dari 22 persen setiap tahun.