Peta Kekuatan Perang AS-Israel Vs Iran

12 March 2026 15:16

Jakarta: Karena perkembangan terkini konflik ini, kita perlu lihat kalau konflik yang awalnya berupa perang bayangan melalui serangan cyber, operasi intelijen dan juga perang proksi, proxy war saat ini beresiko berubah menjadi konfrontasi langsung antara dua kutub kekuatan besar.

Di satu sisi ada Amerika Serikat dan Israel yang selama bertahun-tahun menempatkan Iran sebagai ancaman utama terhadap stabilitas Kawasan. Dan di sisi lain Iran tidak sendiri. Teheran punya jaringan aliansi strategis yang mencakup beberapa kekuatan global.

Dan kalau konflik ini terus meningkat yang terjadi bukan sekedar perang regional melainkan adalah pertarungan geopolitik. Kita akan lihat bagaimana sejauh ini peta kekuatan antara Amerika Serikat, Israel dan juga Iran yang ternyata tidak semata-mata berdimensi militer saja. Latar belakangnya adalah soal hubungan diplomatik bilateral dan juga soal kepentingan geopolitik.

Peta kekuataan perang


Karena kita tahu dalam kawasan Timur Tengah ada banyak sekali kepentingan di dalam sana baik ada soal minyak, kemudian soal kekuasaan dan macam-macam lagi hal lainnya. 

Kemudian dibalik itu semua ada hubungan diplomatik bilateral bahkan di militer, kekuatan-kekuatan militer itu dijalin juga antar negara-negara yang terlibat di dalam konflik tersebut. 

Nah inilah yang kemudian menjadi beberapa faktor yang melatar belakangi perang yang terjadi di timur tengah yang saat ini melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang terkesan sendiri tapi sebenarnya tidak.

Negara pendukung Amerika Serikat dan Israel


Beberapa negara yang mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Amerika Serikat melalui Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dari Israel.

Pertama adalah negara yang ada di timur tengah yang tergabung dalam GCC, negara-negara yang ada di kawasan teluk. Mereka semua tergabung dalam Gulf Corporation Council. Ada enam negara Arab di teluk Persia yaitu ada Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Bahrain, dan juga Kuwait.

Merespons eskalasi konflik yang berlangsung di kawasan ini maka negara-negara tersebut memiliki kekuatan luar biasa Menteri Luar Negeri tanggal 1 Maret lalu. Dan hasilnya adalah menguntuk keras serangan rudal dan drone Iran yang menargetkan sejumlah negara di kawasan teluk. Dan bisa saja mereka juga siap untuk mengambil langkah lanjutan.

Kemudian ada Inggris yang menyatakan dukungannya pada Amerika Serikat dan Israel. Bahkan Inggris mengizinkan menggunakan pangkalan-pangkalan militernya. London juga berencana mengerahkan kapal induk ke dekat area konflik di timur tengah.

Ada lagi Prancis. Presiden Emmanuel Macron yang berusaha mengambil posisi seimbang namun ternyata sejauh yang kita lihat. Apa langkah yang disampaikan atau diutarakan oleh Donald Trump dan juga Benjamin Netanyahu. Kemudian tidak lupa juga kita ada Kanselir Jerman Friedrich Merz yang juga menyebut Iran sebagai ancaman keamanan utama bagi kawasan.

Ini juga disampaikan langsung oleh Merz. Dia juga berkunjung ke Gedung Putih dan dipuji oleh Donald Trump sebagai pemimpin yang sangat baik. Karena Berlin mengizinkan pasukan Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara Rammstein.

Bagaimana sikap mitra diplomatik Amerika Serikat lainnya? Karena tentu kalau sejauh ini kita lihat Amerika Serikat juga punya dan menjalin hubungan yang baik dengan beberapa negara lain. 


Negara pendukung Iran


Tapi Iran tidak sendiri. Sejauh ini mungkin di dalam konflik yang kita lihat bahkan sudah ada 33 kali luncuran rudal yang dirilis oleh Iran. Ternyata ada negara lain yang sebenarnya punya hubungan baik dengan Iran dan juga sempat menyampaikan dukungan untuk Iran. 

Bahkan yang mengecam perang juga ada yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pertama Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut kalau pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khomeini sebagai tindakan tidak bermoral.

Kemudian Menteri Luar Negeri China Wang Yi yang mengkritik langsung Israel. Yang menegaskan kalau penggunaan kekuatan tidak akan menyelesaikan masalah sama sekali. 

Satu lagi adalah Korea Utara. Korea Utara adalah mitra strategis Iran dan ternyata Korea Utara sudah menyampaikan mungkin saja akan memberikan dukungan militer khususnya. Jika seandainya Iran memang membutuhkan bantuan dalam menghadapi konflik ini. 


Perkembangan terkini


Jadi saat ini sudah berlangsung lebih dari sepekan konflik ini. Terjadi eskalasi secara terus menerus di berbagai titik.

Ada lebih dari 1.500 orang yang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan militer antar negara yang terlibat dalam konflik. Kemudian korban ada warga sipil maupun personil militer bahkan anak-anak juga ikut jadi korban. Kemudian ketegangan ini ternyata tidak hanya terjadi antara Iran dan juga Israel saja.

Tapi ada UAE, Qatar, Kuwait, Bahrain, Jordania yang juga melaporkan ada pencegatan rudal dan juga drone dari Iran. Bahkan Turki sempat sebelumnya mengatakan berpotensi menjadi salah satu negara yang disasar tapi digagalkan oleh NATO. Presiden Iran bahkan mas Khopeze sekian meminta maaf atas serangan-serangan rudal yang terjadi di sekitar kawasan timur tengah.

Donald Trump menegaskan Washington tidak akan menempuh jalur negosiasi dan siap untuk meningkatkan tekanan militer terhadap teheran Iran. Donald Trump bahkan menyatakan pada titik tertentu konflik ini bisa saja berujung pada kondisi tidak ada lagi pihak di Iran yang mampu menyatakan penyerahan. Atau menyatakan dirinya kami menyerah. 

Ini bisa kita artikan sebagai posisi keras Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung di kawasan timur tengah. 

Konflik yang terjadi di timur tengah memaksa kapal-kapal terdampar di Teluk Persia karena tidak bisa melintasi Selat Hormuz. Dan terdamparnya kapal-kapal yang kebanyakan mengangkut minyak ini membuat distribusi minyak jadi terganggu. Dan berdampak pula pada kenaikan harga bahan bakar minyak di berbagai negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)