Singgung Kasus Dadan, Prabowo Tegaskan Tak Pandang Bulu Berantas Korupsi

17 September 2026 17:41

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Prabowo mengatakan orang-orang dekatnya pun tidak akan dilindungi jika terjerat kasus hukum.

Prabowo mencontohkan kasus mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dadan merupakan tim suksesnya sewaktu pemilihan presiden (pilpres) sekaligus tim pakarnya.

Setelah pilpres, Prabowo mengangkatnya sebagai Kepala BGN. Namun begitu tersandung kasus korupsi, Prabowo sendiri yang menyerahkannya ke kejaksaan.

“Sudah kita buktikan, Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat dia kepala BGN, saya juga yang serahkan ke kejaksaan,” kata Prabowo saat berdialog bersama pimpinan media nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Kamis 17 September 2026.

Prabowo juga menyebut pemerintah telah menetapkan dan menyita sejumlah aset dalam penanganan kasus korupsi. Ia mencontohkan Hotel Sultan yang menurutnya banyak pihak berupaya melobi dirinya.

“Berapa banyak yang sudah saya serahkan. Dan banyak aset yang kita tetapkan, kita sita. Apa itu? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak ya,” ujar Prabowo.

Dia mengaku telah mengingatkan keluarga dan orang-orang dekatnya sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) agar tidak mencari bisnis di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Hal serupa disampaikan Prabowo ketika menjabat sebagai Presiden. Ia mengingatkan orang-orang di lingkarannya, termasuk kader Gerindra, agar tidak mengandalkan posisinya untuk menghindari proses hukum.

“Saya sudah bilang, hati-hati saudara Gerindra semua. Jangan karena saya presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan hal tersebut juga terlihat dari adanya kepala daerah dari Partai Gerindra yang ditangkap karena kasus hukum.

“Anda bisa lihat berapa bupati dari Gerindra yang ditangkap, iya kan? Berapa walikota dan sebagainya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, dalam menjalankan negara, kepentingan nasional dan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak, tapi di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal,” ucapnya.

 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X