Jakarta: Salatiga bukan sekadar kota persinggahan di antara jalur Semarang dan Solo. Kota ini adalah pelukan hangat bagi siapa saja yang merindukan gaya hidup slow living. Dijuluki sebagai 'Indonesia Mini', Salatiga memikat hati lewat tingginya toleransi masyarakatnya yang heterogen serta udaranya yang senantiasa sejuk berkat dekapan Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo di kaki cakrawala.
Bagi Anda yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk metropolitan, Anda wajib menikmati pesona Salatiga dan sekitarnya.
Berikut sejumlah destinasi wisata Salatiga:
1. Museum Kereta Api Ambarawa
Meski secara administratif terletak di Kabupaten Semarang,
museum ini merupakan destinasi yang tak terpisahkan bagi wisatawan yang berkunjung ke Salatiga karena jaraknya yang sangat dekat. Sebagai salah satu museum kereta api paling bersejarah di Indonesia, tempat ini menyimpan koleksi lokomotif uap peninggalan era kolonial Belanda. Pengunjung tidak hanya bisa melihat teknologi kuno, tetapi juga merasakan sensasi menaiki kereta wisata menyusuri tepian Rawa Pening yang eksotis.
2. 1915 Arts Koffie Huis
Bagi pecinta atmosfer klasik, kafe yang terletak di Jalan Buk Suling ini adalah pemberhentian wajib. Menempati bangunan peninggalan Belanda yang berdiri sejak tahun 1915, tempat ini menawarkan nuansa vintage yang kental dengan desain interior yang artistik. Atmosfernya yang teduh dan tenang menjadikannya tempat pelarian sempurna untuk menikmati secangkir kopi sambil meresapi ketenangan khas Salatiga.
3. Destinasi Kali Odo
Terletak hanya sekitar 15 menit dari pusat kota, Kali Odo adalah permata tersembunyi bagi para pecinta wisata air. Kejernihan airnya yang menyerupai kaca membuat dasar sungai terlihat sangat jelas. Destinasi ini kian populer berkat aktivitas stand-up paddle board yang sedang tren. Berdiri di atas papan di tengah aliran sungai yang tenang dan bening memberikan pengalaman relaksasi yang luar biasa.
4. Menjelajahi Kuliner Legendaris
Perjalanan ke Salatiga belum lengkap tanpa memanjakan lidah dengan cita rasa lokal yang autentik.
Pastikan Anda mencicipi beberapa ikon kuliner berikut:
- Sate Sapi Suruh: Sate legendaris dengan bumbu kacang yang halus dan tekstur daging yang empuk.
- Ronde Jago: Kedai ronde yang sudah berdiri sejak 1964, menyajikan racikan jahe hangat dengan beragam topping unik seperti manisan kulit jeruk.
- Soto Parmoso: Pilihan sarapan favorit warga lokal yang dikenal dengan kuah beningnya yang gurih dan segar.
Mengingat lokasinya yang berada di dataran tinggi, jangan lupa membawa jaket. Karena akses antar-destinasi yang relatif dekat, Anda dapat dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi daring untuk berpindah lokasi dalam waktu singkat.
(Jessica Nur Faddilah)