Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026, Ini Alasannya

9 June 2026 17:41

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengumumkan penundaan pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Agenda rutin kepolisian yang semula dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 21 Juni 2026 tersebut diputuskan untuk diundur melihat hasil analisa dan evaluasi.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa alasan utama penundaan ini adalah faktor waktu yang dianggap masih terlalu dini jika dilaksanakan pada Juni. Berdasarkan evaluasi internal, Korlantas Polri memilih untuk menggeser jadwal Operasi Patuh agar lebih dekat dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penundaan ini bukan tanpa alasan. Irjen Pol Agus menyebutkan bahwa Operasi Patuh merupakan bagian dari agenda cipta kondisi yang dirancang sebagai langkah persiapan sebelum memasuki Operasi Lilin di akhir tahun.

"Jaraknya (jika Juni) masih jauh, sehingga Operasi Patuh hasil analisa dan evaluasi mungkin nanti setelah mendekati kegiatan Nataru," ujar Kakorlantas Polri yang dikutip Metro Siang pada 9 Juni 2026.
 

Baca juga:

Kakorlantas: Operasi Patuh Mengutamakan Edukasi, tapi Tetap Tegas


Agus juga memaparkan agenda besar di Korlantas Polri yang terdiri dari lima tahapan operasi utama:
  • Operasi Keselamatan: Dilaksanakan mendahului Operasi Ketupat.
  • Operasi Ketupat: Pengamanan masa Idulfitri.
  • Operasi Patuh & Operasi Zebra: Sebagai langkah cipta kondisi menuju akhir tahun.
  • Operasi Lilin: Pengamanan puncak Natal dan Tahun Baru.
Meskipun terdapat perubahan jadwal pada Operasi Patuh, Korlantas Polri menegaskan bahwa pengawasan terhadap ketertiban dan keamanan di jalan raya tidak akan kendor. Penegakan hukum dan edukasi bagi pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan publik setiap harinya.

Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan melengkapi surat-surat kendaraan tanpa harus menunggu adanya operasi khusus dari pihak kepolisian. Langkah ini diharapkan dapat terus menekan angka kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia.

(Anggie Meidyana)