Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Foto: Istimewa.
Kakorlantas: Operasi Patuh Mengutamakan Edukasi, tapi Tetap Tegas
Siti Yona Hukmana • 6 June 2026 17:00
Jakarta: Pelaksanaan Operasi Patuh 2026 mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan edukatif sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Namun, penegakan hukum secara tegas tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Prinsip kegiatan kita adalah mengutamakan humanis, preventif, edukasi. Tetapi pada pelanggaran-pelanggaran tertentu kami juga harus tegas," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Namun, Agus menegaskan Operasi Patuh tidak semata-mata bertujuan melakukan penindakan, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Oleh karena itu, jajaran Polantas akan mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan.

Ilustrasi tilang. Foto: Medcom.id.
Operasi ini akan digelar serentak di Indonesia pada 8-21 Juni 2026. Operasi Patuh 2026 mengusung tema “Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik dalam Mewujudkan Masyarakat Tertib Berlalu Lintas”.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebagai bentuk komitmen transparansi, porsi penindakan hukum berbasis kamera siber atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) diutamakan dengan angka 60 persen.
Sementara untuk penegakan hukum Non E-TLE diplot sebesar 30 persen. Sisanya 10 persen berupa teguran simpatik.