Santri di Jambi Diduga Dianiaya Oknum Guru Hingga Muntah Darah

12 October 2026 17:15

Kasus dugaan penganiayaan di lingkungan pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Seorang santri berusia 14 tahun berinisial MP yang mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Sabilul Jannah diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum gurunya berinisial H.

Akibat pemukulan tersebut, korban sempat tak sadarkan diri selama satu jam, mengalami luka parah pada bagian mata kiri, hingga muntah darah. Berdasarkan penuturan korban, penganiayaan terjadi tanpa persoalan yang jelas ketika sang guru mendadak mengumpulkan korban beserta sejumlah rekannya dan langsung melayangkan pukulan ke arah wajah hingga korban pingsan.

Usai dianiaya, korban sempat ditahan di lingkungan pesantren selama dua hari dan dilarang pulang. Luka parah pada mata korban hanya diolesi madu sebelum akhirnya berhasil kabur dari pesantren dengan bantuan rekannya.

Meski sempat dijanjikan akan dibawa berobat oleh oknum guru tersebut, korban justru diajak berjalan-jalan ke Kota Jambi tanpa diberikan penanganan medis.

"Saya tiba-tiba dipukul dan saya kata orang pondok mau disuruh ngobati ternyata saya diajak jalan-jalan di Jambi," kata korban, MP, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 12 Oktober 2026.
 


Tak terima atas perbuatan pelaku, pihak keluarga korban resmi melaporkan kasus penganiayaan ini ke Mapolda Jambi. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Subdit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jambi untuk proses hukum lebih lanjut.

Pihak keluarga mendesak Kapolda Jambi bergerak cepat menindak tegas pelaku agar dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

"Harapan saya Bapak Kapolda Jambi tangkap ustaz itu yang menianya anak saya sampai keluar darah tuh saya minta dengan Bapak dihukumlah seberat-beratnya kalau bisa dipenjarokan," ucap orang tua korban, Irmawati.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X