Asap Karhutla Bergerak hingga Jawa, Bagaimana Kondisi Udara di Jakarta?

Metro TV • 19 October 2026 12:19

Jakarta: Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terindikasi menyebar hingga wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada 16 Oktober 2026. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, sebaran asap tersebut belum mencapai permukaan sehingga belum dapat dipastikan berdampak langsung pada udara yang dihirup masyarakat.

Temuan itu berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 BMKG pada pukul 08.00 WIB. Perbedaan arah angin di berbagai lapisan atmosfer memungkinkan asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terbawa menuju Pulau Jawa.

Ketua Tim Analisis dan Pengelolaan Citra Satelit serta Deteksi Petir BMKG, Alpon Sepriando, menjelaskan bahwa secara area, sebaran asap telah mencapai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Namun, posisinya belum mencapai permukaan.

“Secara area sudah (sampai ke Jakarta), namun secara vertikal belum mencapai permukaan,” ujar Alpon.

Ia juga menjelaskan, perbedaan arah angin pada sejumlah lapisan atmosfer memungkinkan transportasi asap dari Kalimantan menuju Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.
 

 

Sebaran Asap Terpantau di Berbagai Wilayah

Dalam laporan pada 17 Oktober 2026, BMKG menyebut perubahan arah angin dan melemahnya pergerakan angin pada ketinggian memengaruhi pergeseran sebaran asap dari wilayah Jawa. Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa kondisi pergerakan angin tersebut memengaruhi perubahan posisi sebaran asap.

“Perubahan arah dan pergerakan angin yang mulai melemah pada ketinggian memengaruhi pergeseran sebaran asap dari wilayah Jawa,” kata Guswanto.

Secara nasional, sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga berbagai wilayah di Papua. Sebaran juga terpantau di Banten.

Meski asap yang terindikasi mencapai Jakarta belum dilaporkan berada di permukaan berdasarkan pemantauan tersebut, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau kualitas udara di wilayah masing-masing.

“Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing,” ujar Guswanto.

Pemantauan kualitas udara menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui kondisi lingkungan aktual, terutama ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X