Jakarta: Tanaman catnip (Nepeta cataria) sering dimanfaatkan untuk memicu perilaku aktif dan gembira pada kucing. Saat berinteraksi dengan tanaman ini, kucing umumnya menunjukkan respons seperti menggigit daun, berguling-guling, hingga menggosokkan tubuhnya. Meski fenomena ini umum terjadi, amankah memberikan catnip kepada kucing?
Mekanisme Kerja Catnip pada Kucing
Sensasi yang dialami kucing saat berinteraksi dengan catnip disebabkan oleh kandungan senyawa kimia bernama nepetalactone. Senyawa ini terlepas ketika daun atau batang tanaman remuk dan terhirup oleh kucing. Saat nepetalactone masuk ke organ pembau, zat tersebut mengaktifkan reseptor feromon di otak. Proses ini merangsang perubahan perilaku sementara, seperti mendengkur, menjilat, hingga peningkatan aktivitas fisik. Reaksi ini berkaitan dengan stimulasi naluri predator kucing secara mendalam.
Efek Samping
Efek catnip tidak berlaku mutlak pada semua kucing. Anak kucing yang organ penciumannya (vomeronasal) belum berkembang sempurna biasanya tidak menunjukkan respons apa pun hingga menginjak usia dewasa. Meskipun aman dihirup maupun tertelan dalam jumlah kecil, beberapa kucing dapat mengalami efek samping ringan. Reaksi negatif yang mungkin muncul meliputi gangguan pencernaan seperti muntah dan diare, atau perubahan perilaku menjadi lebih agresif.
Dampak rangsangan catnip juga tergolong singkat, umumnya hanya berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Setelah efeknya hilang, sensitivitas kucing terhadap tanaman ini akan berkurang dan baru bisa merespons kembali setelah jeda sekitar 30 menit. (Titik Nurmalasari)