Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiagakan puluhan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan keluhan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara di Ibu Kota. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan tersedianya penanganan medis yang cepat dan tepat bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Penurunan kualitas udara di Jakarta ini dilaporkan telah terjadi secara signifikan dalam dua hingga tiga hari terakhir. Kondisi memprihatinkan tersebut terkonfirmasi secara langsung melalui data yang terekam oleh sejumlah alat pemantau emisi milik Pemprov DKI Jakarta.
Menyikapi data tersebut, Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipasi cepat dengan menginstruksikan seluruh jajaran di sektor kesehatan untuk bersiaga penuh melayani keluhan masyarakat.
"Sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik dan saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 Puskesmas, 292 puskesmas pembantu, sekarang ini sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca (polusi) ini," tegas Pramono dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 18 Oktober 2026.
Dengan penyiagaan fasilitas kesehatan yang menjangkau hingga tingkat puskesmas pembantu tersebut, Pemprov DKI berharap warga yang merasakan dampak buruk dari polusi udara, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tidak ragu untuk segera memeriksakan diri dan mendapatkan bantuan medis secara maksimal.