KPK Bikin Awal 2026 Panas, 2 Kepala Daerah Kena OTT dalam Sehari-Beranda Nasional

Misbahol Munir • 20 January 2026 17:29

Jakarta: Pada Senin, 19 Januari 2026 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan gebrakan besar pada awal tahun, dengan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) secara beruntun di dua wilayah berbeda. Dua kepala daerah, yakni Walikota Madiun dan Bupati Pati, terjaring dalam operasi senyap tersebut.

Berikut adalah rincian terkait operasi penangkapan dua kepala daerah tersebut:

Penangkapan Walikota Madiun

Operasi pertama dimulai sejak pagi hari di Kota Madiun, Jawa Timur, menyasar Wali Kota Maidi atas dugaan suap fee (komisi) proyek infrastruktur dan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta di wilayahnya.
 

KPK mengamankan total 15 orang, termasuk Maidi, dengan sembilan tersangka utama langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta usai pemeriksaan awal di Polres Madiun sekitar pukul 17.00 WIB. Barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah disita, dan juru bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi dugaan rasuah melalui keterangan tertulis; status hukum ditentukan dalam 1x24 jam.

Penangkapan Bupati Pati 

OTT kedua terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengamankan Bupati Sudewo (periode 2025-2030) terkait dugaan korupsi yang materinya belum diungkap secara spesifik oleh KPK. Sudewo diperiksa intensif hampir 24 jam di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kudus mulai pukul 03.30 WIB, meminjam fasilitas polres setempat, sebelum dilarikan ke Semarang di bawah pengawalan Satlantas Polres Kudus malam hari.

Selain Sudewo, KPK periksa camat dan perangkat desa di Polsek Sumber, Rembang; KPK janji umumkan status hukum segera usai masa 1x24 jam tanpa bocoran detail kasus.

Selain Bupati Pati, penyidik juga memeriksa beberapa camat serta perangkat desa di wilayah Rembang. Fokus penyelidikan diarahkan pada materi kasus yang melibatkan koordinasi antarpejabat di tingkat daerah dan desa. Lembaga antirasuah berhasil menyita uang tunai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti utama.

Sesuai prosedur, status hukum para pihak yang terjaring akan diumumkan secara resmi setelah pemeriksaan satu kali 24 jam selesai dilakukan oleh penyidik.

Dua operasi besar dalam satu hari ini menjadi sinyal kuat dari lembaga antirasuah untuk memperketat pengawasan di tingkat daerah. Penangkapan pejabat yang baru saja menjabat menunjukkan ketegasan dalam membersihkan birokrasi dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
 

Situasi di gedung KPK saat ini terpantau ketat seiring kedatangan para terperiksa dari daerah. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat dalam lingkaran suap di kedua wilayah tersebut. Masyarakat diminta menunggu keterangan pers resmi yang akan memaparkan konstruksi perkara secara lengkap.

Dua OTT ini menjadi pengingat bagi seluruh kepala daerah untuk menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran publik. Langkah berani ini diharapkan memberikan efek jera serta menjamin tata kelola pemerintahan yang bersih di masa depan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)