Pascaoperasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK, suasana kantor Bupati Pati di Jawa Tengah terpantau lengang. Aktivitas pemerintahan tetap berjalan meskipun sejumlah pejabat daerah menjalani pemeriksaan KPK.
Pendopo kabupaten tampak sepi. Sementara itu, di area kantor bupati hanya terlihat biasa. Mobil dinas Bupati Pati masih terparkir di depan pendopo.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pati yang juga telah selesai menjalani pemeriksaan penyidik dari KPK di hari ini pun terlihat kembali masuk kantor.
Dalam pemeriksaan itu, KPK juga memeriksa lima kepala desa dan empat camat. Namun, ia mengaku tidak mengetahui siapa saja pihak yang dibawa penyidik KPK ke Jakarta bersama dengan Bupati Pati.
"Kemarin memang diundang oleh penyidik KPK. Kebetulan saya diundang di tempatnya di Polsek Sumber. Sedangkan saya ditanya tentang pengisian perangkat untuk 2026 sampai saat ini belum ada regulasi perjalanan pengisian perangkat," tutur Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tri Haryama dikutip dari
Newsline, Metro TV, Selasa, 20 Januari 2026.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Pati Sudewo tiba di gedung KPK Jakarta pada Selasa pagi bersama dengan sejumlah orang lainnya yang terjaring OTT.
Saat tiba Sadewo tampak enggan berkomentar dan langsung masuk ke dalam gedung KPK Oleh petugas Sadewo digiring menaiki tangga menuju ke lantai dua ruang pemeriksaan bersama dengan sejumlah orang lainnya yang diamankan dalam operasi senyap KPK.
Sudewo dan yang lainnya selanjutnya akan menjalani pemeriksaan intensif 1x24 jam untuk menentukan status mereka sebagai saksi atau tersangka atas dugaan kasus suap perangkat daerah.
KPK sendiri rencananya akan menggelar konferensi pers terkait pengumuman hasil OTT di Kabupaten Pati pada Selasa, 20, Januari 2026, malam.