Tragedi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

15 September 2026 09:27

Jakarta: Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa, hingga kini lebih dari 100 orang masih dalam pencarian. Operasi pencarian pun terus dilakukan dengan mengerahkan kekuatan di laut dan udara. Di balik operasi SAR, ada sejumlah pertanyaan terkait penyebab kecelakaan kapal motor penumpang buatan Jepang tersebut.
 

Update picarian korban Virgo Transport 8

 
Pada Senin, 13 September 2024, pukul 24.00 WIB, data terakhir dari Basarnas terkait perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan korban, sebanyak 108 orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari kapal Virgo Transport 8. Sementara 6 orang lainnya telah dinyatakan meninggal dunia. Masih ada 129 orang lagi yang dalam pencarian. 
 
Berdasarkan data manifest kapal mengangkut 243 orang, terdiri ada 57 kru dan juga mitra kerja kapal. Kemudian ada sebanyak 59 penumpang dewasa, ada 1 anak-anak dan ada 126 sopir serta kernet dengan adanya 89 unit kendaraan. Data terkait korban tentunya akan terus diupdate dari pihak Basarnas. 

Kronologi tenggelamnya kapal Virgo Transport 8

 
Basarnas sudah menjelaskan terkait dengan kronologi kejadian kapal Virgo Transport 8 yang sempat hilang kontak hingga dinyatakan terbalik dan juga tenggelam.
 
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju ke Banjarmasin, tepatnya adalah dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju ke Pelabuhan Trisakti. KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya dan kemudian bertolak pada pukul 10.00 pada Sabtu, 12 September. Kesokan harinya pada 13 September sekitar pukul 01.00, kapal melaporkan kondisi cuaca buruk dan sekitar 1 jam kemudian, komunikasi dengan kapal dilaporkan terputus atau hilang kontak.
 
Lokasi tepatnya berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basiri. Kejadian pun diikuti dengan upaya dari tim SAR yang bergerak melakukan pencarian dengan mengirimkan sejumlah armada pada sekitar pukul 04.00. Kapal sempat dilaporkan mengalami kemiringan sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.

Strategi operasi SAR

 
Dalam operasi pencarian tim SAR gabungan mengerahkan 15 armada baik armada laut maupun armada udara. Ini menjadi angka awal ketika operasi SAR mulai di hari pertama. Sehingga untuk armadanya sendiri sudah mengalami penguatan atau penambahan dan sudah ada total 600 personil gabungan yang dikerahkan untuk mencari para korban. 
 
Ada pun strategi pencarian tidak hanya mengandalkan armada SAR, tetapi juga kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian yang juga dimintai bantuan untuk proses pencarian.
Seperti misalnya kapal niaga ataupun kapal tugboat. Penyisiran diprioritaskan di sekitar titik koordinat tenggelamnya kapal. Kondisi laut, jarak lokasi serta cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
 
Hingga kini pemerintah menyatakan bahwa fokus operasi adalah penyelamatan. Sehingga terkait  penyebab kecelakaan kapal belum dapat disimpulkan. Ada spekulasi yang berkembang di media sosial salah satunya adalah terkait dengan usia kapal.

Profil kapal Virgo Transport 8

 
Kapal ini merupakan kapal jenis Roro atau roll on roll off. Kapal yang dirancang untuk melakukan aktivitas penyeberangan dan dapat mengangkut kendaraan bermotor. Kapal Virgo Transport 8 adalah buatan Jepang pada 1987 atau saat ini sudah berusia sekitar 39 tahun pembuatan.
 
Sebelum beroperasi di Indonesia kapal ini disebut telah beroperasi selama puluhan tahun di Jepang. KM Virgo Transport 8 pun mulai beroperasi di Indonesia pada Juli 2026 atau baru beberapa bulan sebelum terjadinya musibah di perairan Laut Jawa. Namun faktanya usia kapal tidak serta merta dapat dijadikan penyebab tenggelamnya kapal. Karena secara teknis dan hukum sejauh ini tidak ada batasan absolut soal umur kapal yang dapat berlayar di Indonesia. 
 
Salah satu indikator yang dipakai adalah uji kelaikan laut atau seaworthiness di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan. 

Investigasi penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8

 
Pemerintah sudah menegaskan bahwa penyebab musibah ini akan diselidiki secara menyeluruh.
Menteri Perhubungan Dudi Purwagandi mengatakan investigasi akan dilakukan oleh KNKT sesuai dengan kewenangannya. Dimana investigasi inilah yang diharapkan bisa mengungkap dan juga menjawab rangkaian pertanyaan. Mulai dari kondisi kapal, faktor cuaca hingga faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan KM Virgo Transport 8. 
 
Saat ini fokus utama masih tertuju pada pencarian penumpang maupun kru kapal yang belum ditemukan.
 Namun setelah operasi SAR selesai, pekerjaan besar lainnya pun menunggu untuk menjawab apakah ada celah dalam aspek keselamatan pelayaran yang harus dibenahi.
 
Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X