Jakarta: Kelurahan Cipinang Melayu RW 05 memanfaatkan limbah sampah makanan warga sebagai pakan maggot. Langkah ini sejalan dengan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah DKI Jakarta, yang mendorong pemanfaatan sampah organik secara optimal.
“Sampah yang digunakan, saat ini kita mengandalkan sampah masyarakat” ujar Agus Pengurus Budidaya Magot Kelurahan Cipinang Melayu RW 05, pada metrotvnews.com, Sabtu 9 Mei 2026.
Dengan adanya program pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis hingga Gerakan Pilah Sampah, limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Dengan demikian, masyarakat maupun pihak sekolah turut merasakan manfaat karena tidak lagi kebingungan mengelola sampah organik mereka.
“Adanya pembatasan pembuangan sampah di Bantargebang, mau tidak mau kita harus bersiap diri,” kata Agus.
Pihak RW 05 juga sedang mempersiapkan sosialisasi upaya mewujudkan Ibu Kota yang bersih. Meskipun merubah kebiasaan masyarakat bukanlah hal yang mudah dan harus berkelanjutan.
“Khususnya RW 05 di sini, Alhamdulillah sedang melakukan sosialisasi masyarakat,” ungkap pengurus magot.
Agus juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, terutama dalam penyediaan infrastruktur seperti gentong penampung sampah organik. Sebab, sampah organik yang tidak tertutup rapat dapat menimbulkan bau menyengat dan mengganggu lingkungan sekitar.
“Aturan ini membuat lebih banyak kebutuhan gentong, dan suku dinas LH sedang menganggarkan” ucapnya.
Gerakan Deklarasi Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta digelar di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Deklarasi "Jaga Jakarta Bersih, Gerakan Pilah Sampah" dan perluasan CFD hingga revitalisasi kawasan Jalan HR Rasuna Said akan menjadi fokus dalam Pencanangan
HUT ke-499 Kota Jakarta tersebut. (Adrian Bachtiar)