Keluarga Korban Kekerasan Seksual Ponpes Lahat Memilih Jalur Damai

7 May 2026 17:28

Dugaan kasus kekerasan seksual terjadi di pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Korban inisial PS santriwati asal pondok pesantren tersebut mengaku tidak ingin melapor atas kejadian yang menimpa dirinya.

"Kami sudah melakukan upaya-upaya, kami sudah memberikan kepada korban apa-apa yang menjadi haknya selaku korban, terus kami telah melakukan konseling, kami menghubungi korban, menghadirkan korban tapi korban tetap tidak bersedia." kata Kasat Reskrim PPA Polres Lahat, AKP Fifin Sumailan, dikutip dari tayangan Mero Siang, Metro TV, Kamis, 7 Mei 2026.
 

Baca juga: Marak Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren, Kemenag Siapkan Aturan Baru


Dalam video amatir diduga menunjukkan pelaku mendatangi rumah korban dan meminta jalur perdamaian. PS, korban pemerkosaan pimpinan pondok pesantren Darul Jannah Asshidiqiah, Kecamatan Kikim Timur Lahat Sumatera Selatan, memilih untuk tidak melaporkan pemerkosaan yang dialaminya ke kepolisian Lahat. Staf pengajar pondok pesantren ini memilih untuk menerima dan mengikhlaskan pemerkosaan yang menimpa dirinya. 

Peristiwa pemerkosaan terungkap setelah PS bercerita kepada tetangganya dan membuat ratusan ibu-ibu menggeruduk rumah terduga pelaku pemerkosaan, yakni Ali Sadikin yang merupakan pimpinan pondok pesantren. Saat ini terduga pelaku pemerkosaan para santriwati telah meninggalkan pondok pesantren.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)