14 April 2026 17:44
Industri plastik nasional mulai merasakan dampak hebat dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan yang terjadi sejak 28 Februari 2026 telah memicu kelangkaan Nafta, komponen vital sebagai bahan baku biji plastik yang selama ini 70 persen pasokannya bergantung pada wilayah Timur Tengah.
Sekjen Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Fajar Budiono, mengungkapkan bahwa gejolak harga sudah mulai terasa sejak minggu kedua serangan. Bahkan, harga bahan baku tercatat mengalami empat kali kenaikan hanya dalam waktu satu minggu.
Situasi menjadi semakin menantang karena krisis bahan baku bertepatan dengan periode puncak konsumsi saat Ramadan dan Idulfitri. Penutupan akses jalan bagi angkutan logistik pada H-10 hingga H+10 Lebaran membuat arus informasi pasar menjadi minim.
Akibatnya, saat pasar domestik kembali dibuka pada H+10 Lebaran, para pedagang dan pelaku industri hilir dikejutkan dengan perubahan harga plastik yang melonjak drastis. Kelangkaan ini dipicu oleh serangan terhadap perwakilan dan penutupan jalur di Timur Tengah yang menghentikan aliran stok nafta ke pasar global.
| Baca juga: Naik Serentak! Ini Jenis Plastik yang Harganya Melonjak |