Willy Haryono • 22 September 2026 08:06
Jakarta: Mendengar istilah hurricane, typhoon, dan cyclone, kita mungkin mengira ketiganya merupakan jenis badai yang berbeda. Padahal, ketiga istilah tersebut sebenarnya merujuk pada fenomena yang sama, yakni siklon tropis.
Lantas, jika fenomenanya sama, mengapa namanya berbeda? Perbedaan tersebut terutama ditentukan oleh wilayah tempat siklon tropis terbentuk dan terjadi.
Mengutip National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), hurricane, typhoon, dan cyclone merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut siklon tropis, tetapi penggunaannya berbeda berdasarkan wilayah geografis.
Berikut pembagiannya:
Dengan demikian, perbedaan ketiga istilah tersebut bukan terletak pada jenis badai, melainkan terutama lokasi terjadinya.
Siklon tropis merupakan sistem cuaca bertekanan rendah yang terbentuk di atas perairan tropis atau subtropis dan memiliki sirkulasi angin yang berputar. Ketika mencapai kekuatan tertentu, sistem tersebut dapat dikategorikan sebagai siklon tropis dan memiliki sebutan berbeda sesuai wilayahnya.
Menurut World Meteorological Organization (WMO), istilah yang digunakan memang dapat berbeda antarwilayah. Di Atlantik dan Pasifik Timur Laut, misalnya, istilah hurricane digunakan, sedangkan di Pasifik Barat Laut digunakan typhoon. Di wilayah lain, istilah tropical cyclone atau cyclone lebih umum digunakan.
Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah siklon tropis dalam pemberitaan dan informasi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menggunakan istilah tersebut ketika menjelaskan fenomena siklon yang dapat memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.
Baca Juga :
Nah, sekarang sudah lebih paham, kan? Hurricane, typhoon, dan cyclone bukan tiga jenis badai yang berbeda. Ketiganya merupakan sebutan untuk siklon tropis yang penggunaannya berbeda berdasarkan wilayah tempat fenomena tersebut terjadi.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)