Presiden Prabowo: Jangan Kagumi Bangsa yang Kaya dari Hasil Merampas

20 May 2026 12:51

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menekankan agar bangsa Indonesia tidak memberikan kekaguman berlebih terhadap negara-negara yang membangun kemakmuran mereka melalui praktik eksploitasi atau perampasan kekayaan bangsa lain. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap kritis dalam melihat sejarah di balik kejayaan ekonomi sebuah negara.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

"Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain," ujar Prabowo dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV.

Meskipun menekankan sikap kritis, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ajakan ini bukan bertujuan untuk memicu kebencian terhadap bangsa mana pun, melainkan sebuah dorongan untuk terus belajar secara bijak dengan menjadikan sejarah sebagai pedoman utama.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya bangsa Indonesia memetik pelajaran berharga dari sejarah kolonialisme agar kekayaan alam nasional tidak lagi dikuasai oleh kekuatan asing. Ia mengingatkan bahwa perpecahan dan kelemahan pemimpin di masa lalu telah menyebabkan sumber daya Nusantara dikuras selama berabad-abad. Hal ini merujuk pada fakta sejarah, di mana kemakmuran ekonomi negara penjajah dibangun di atas penguasaan wilayah Indonesia.

"Mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah," katanya. 


Prabowo juga memaparkan visi kemanusiaan dalam pembangunan ekonomi. Ia menyebut bahwa impian rakyat Indonesia bukanlah kemewahan yang berlebihan, melainkan kehidupan yang layak, kecukupan pangan, akses kesehatan yang mudah, rumah yang aman, serta pendidikan berkualitas bagi anak-anak mereka.

"Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup. Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita," kata Prabowo. 

Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo menjanjikan intervensi besar di sektor kerakyatan. Salah satu program unggulan yang dicanangkan adalah pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan, di mana 1.386 desa di antaranya akan diresmikan tahun ini. 

"Kita akan membikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan. Kita akan membikin ruang cold storage pendingin di setiap desa nelayan dan kita akan bikin SPBU khusus untuk nelayan di setiap desa nelayan. Para nelayan kita harus kita berdayakan karena mereka di ujungnya akan menguasai lautan kita," ucapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)