Kawasan hutan Gunung Lawu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim) kembali terbakar. Api dipastikan telah melahap lebih dari 70 hektare lahan hutan. Ranting dan daun kering, ditambah tiupan angin kencang di tengah musim kemarau, membuat api terus membesar dan meluas dengan cepat hingga merembet ke wilayah perbatasan Jawa Tengah.
Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Senin, 19 Oktober 2026, tim gabungan telah melakukan berbagai upaya pemadaman, termasuk penyekatan jalur api. Namun, kondisi medan pegunungan yang terjal serta sulitnya akses menuju titik api membuat operasi menjadi tidak maksimal.
Akibatnya, tim gabungan yang terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan, serta warga setempat terpaksa menghentikan pemadaman darat untuk sementara waktu.
Menyikapi situasi darurat di wilayah perbatasan tersebut, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, bersama instansi terkait lintas provinsi terus berkoordinasi guna melokalisasi sebaran api. Menyadari keterbatasan pemadaman darat, Kapolda kini tengah mengupayakan pengerahan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing.
Irjen Pol Roy menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan Markas Besar (Mabes) Polri dan Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI untuk mendatangkan bantuan helikopter milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) yang bersiaga di Semarang.
"Kondisinya untuk naik ke atas itu tidak memungkinkan dengan menggunakan alat-alat apa pun selain alat konvensional. Kami dari kepolisian mencoba berkomunikasi dengan Mabes Polri dan Asops Panglima untuk mendapatkan helikopter yang ada di Semarang, karena alat Polri sendiri pun sangat tidak memadai. Kita berharap dari teman-teman di Penerbad bisa menurunkan heli untuk water bombing," terang Kapolda dikutip dari
Headline News, Metro TV, Minggu 18 Oktober 2026.
(Lutfia Azzahra)