HUT ke-66 Kabupaten Bulungan Integrasikan Tradisi, UMKM, dan Inklusi Disabilitas

23 October 2026 21:47

Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mengintegrasikan nilai kearifan lokal "Tenguyun" (gotong royong) dengan pembangunan ekonomi riil, ketahanan pangan, dan kebijakan sosial yang inklusif. Momentum Peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulungan diwarnai dengan gelaran Festival Sungai Kayan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM lokal.

Bupati Bulungan, Syarwani, menjelaskan bahwa spirit tenguyun menjadi fondasi utama sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat. Di sektor pembangunan, Pemkab Bulungan menyelaraskan 15 program prioritas RPJMD dengan agenda ketahanan pangan nasional melalui program "Mandau Tani", optimalisasi lahan pertanian, serta pengembangan kawasan industri.
 


Geliat UMKM dan masuknya investasi skala besar turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan mencatatkan lonjakan hingga 10,62 persen pada semester kedua tahun 2026.

Di samping capaian ekonomi, Kabupaten Bulungan juga meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas peluncuran program konsesi dan layanan ramah disabilitas yang melibatkan asosiasi UMKM, perhotelan, hingga transportasi air.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X