Proses Panjang Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8

30 September 2026 08:15

Jakarta: Proses evakuasi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung, tapi setelah menemukan dan dievakuasi, ini bukanlah akhir dari proses pencarian. Setelah dievakuasi, petugas masih harus memastikan identitas setiap korban melalui proses identifikasi forensik. Lalu bagaimana prosesnya?


Data korban KM Virgo


Ini adalah proses panjang identifikasi korban KM Virgo. Jadi, per 28 September 2026, total penumpang dan juga awak yang tercatat adalah 243 orang. Dengan 179 orang ditemukan, 64 korban meninggal dunia.

Dari yang sudah dinyatakan meninggal dunia, 41 teridentifikasi, 29 belum berhasil diidentifikasi. Dan kemarin tanggal 28 September ada satu yang masih dalam proses evakuasi. Selanjutnya untuk memastikan identitas korban, petugas tidak hanya mengandalkan informasi dari kondisi jenazah saja.

Tahapan dan metode identifikasi


Proses identifikasi ada beberapa metode yang digunakan. Yang pertama ada keperluan untuk data-data antemortem, data korban sebelum meninggal, dikumpulkan, datang dari pihak keluarga. Kemudian ada juga data postmortem, data setelah korban ditemukan, ditemukan dan ini diperoleh dari pemeriksaan jenazah dari tim DVI.

Data-data antemortem inilah yang kemudian diharapkan dari pihak keluarga dan juga orang-orang terdekat sesegera mungkin memberikan dan mengumpulkannya kepada pihak berwenang. 

135 data antemortem


Sampai tanggal 23 September 2026, ada 135 data antemortem korban KM Virgo yang sudah terkumpul. Data yang bisa digunakan untuk menjadi pembanding adalah sidik jari, kemudian golongan darah, DNA yang berpotensi ada kaitannya dengan korban semasa hidupnya. Kemudian data atau konstruksi gigi, rekam jejak medis, serta informasi lain yang berkaitan dengan identitas korban. 

Semakin lengkap data antemortem yang tersedia maka semakin banyak pula parameter yang bisa digunakan untuk proses pembandingan yang dilakukan oleh tim DVI di Laboratorium Forensik. 

Pengumpulan data postmortem


Selanjutnya, petugas mengumpulkan data postmortem dari korban yang sudah ditemukan. Pemeriksaan ini bisa meliputi sidik jari, kemudian gigi, pemeriksaan gigi atau odontologi, kemudian ada yang namanya rekam medis dan juga ciri-ciri medis. Ada pula properti yang ditemukan pada saat digunakan atau ditemukan bersamaan dengan penemuan korban. Kemudian yang terakhir adalah DNA.

Dari alat-alat bukti ini inilah yang akan memperkuat identifikasi yang dilakukan. Kemudian, nanti data-data postmortem tersebut akan dibandingkan dengan data antemortem yang sudah dikumpulkan dari pihak keluarga dan juga orang-orang terdekat. 

Proses pemeriksaan DNA


Salah satu tahap yang bisa membutuhkan waktu adalah pemeriksaan DNA. Sampel DNA dari jenazah dan juga sampel pembanding dari keluarga ini dikirimkan ke Laboratorium Forensik. Di Laboratorium, profil DNA dari sampel postmortem kemudian dibandingkan dengan data antemortem dari pihak keluarga. Proses pemeriksaan inilah yang membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama, sekitar 1-2 minggu kalau yang disampaikan secara resmi oleh petugas.

Dari hasil pemeriksaan selanjutnya tidak serta-merta langsung menjadi dasar penyerahan jenazah kepada keluarga. Hasil pencocokan akan dibahas pula nanti dalam sidang rekonsiliasi DVI. Setelah identitas dinyatakan terkonfirmasi, jenazah baru bisa diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga. Proses panjangnya pada saat proses pemeriksaan DNA dilakukan sampai dengan nantinya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. 


Kendala identifikasi korban KM Virgo


Selanjutnya, proses identifikasi korban KM Virgo 8 bukanlah proses yang sederhana. Ada beberapa kendala yang disampaikan oleh petugas. Yang pertama soal kondisi jenazah yang mulai mengalami kerusakan, ini bisa membuat sejumlah metode identifikasi menjadi lebih sulit untuk dilakukan. 

Kemudian ada keterbatasan data pembanding apalagi kalau data antemortem korban yang datang dari keluarga itu belum lengkap atau tidak banyak jumlahnya. Di sisi lain kondisi lokasi evakuasi yang kita lihat dalam beberapa hari terakhir ini itu sulit dan ini mempengaruhi proses pengambilan dan juga pemeriksaan data.

Karena itulah identifikasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Jadi setiap data harus diperiksa dibandingkan dan dikonfirmasi sebelum akhirnya identitas korban bisa dinyatakan secara resmi. Jadi proses panjang ini pada akhirnya bukan sekedar soal menemukan korban tapi juga memastikan kalau setiap korban punya identitas yang jelas dan bisa kembali kepada keluarganya dengan kepastian.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X