Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tingkat inflasi tahunan pada April 2026 mencapai 2,42%. Angka tersebut dinilai mulai terkendali seiring meredanya tekanan dari faktor subsidi tarif listrik yang sempat mempengaruhi indeks harga sebelumnya.
"Seperti saya bilang sebelumnya. Yang sebelumnya tinggi karena ada faktor subsidi. Begitu hilang kan balik ke 2,4," kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Selasa, 5 Mei 2026.
Kondisi ekonomi nasional saat ini menunjukkan tren normalisasi setelah kebijakan subsidi disesuaikan. Stabilnya angka inflasi sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pihak mengenai sulitnya pengendalian harga di tingkat konsumen.
Pemerintah menjalankan strategi penyerapan kenaikan harga minyak global melalui instrumen
subsidi agar beban ekonomi tidak langsung memukul masyarakat. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga domestik di tengah fluktuasi pasar komoditas internasional.
"Kita absorb harga minyaknya kan. Inflasi tinggi biasanya minyak, harga minyak yang berlebihan naiknya. Ini kan yang bersubsidi enggak kita naikin. Transportasi barang juga rasanya enggak naik kan. Yang solar untuk transportasi barang. Jadi inflasinya akan relatif terkendali." ucapnya.
Purbaya mengingatkan adanya risiko lonjakan
inflasi yang signifikan apabila harga bahan bakar minyak sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar global tanpa intervensi. Pemerintah memandang subsidi energi sebagai langkah krusial untuk melindungi daya beli masyarakat.
Penggunaan anggaran negara untuk subsidi didasari pada analisis dampak ekonomi yang mendalam, bukan sekadar pemberian bantuan tanpa arah. Hal ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tengah tantangan global.