Gernas RANA Resmi Diluncurkan, Pemerintah Perkuat Perlindungan Anak di Satuan Pendidikan

Metro TV • 13 July 2026 18:32

Malang: Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi anak di satuan pendidikan. Peluncuran dilakukan bertepatan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika, Malang, Jawa Timur, Senin, 13 Juli 2026.

Peluncuran Gernas RANA dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring oleh berbagai sekolah di seluruh Indonesia.
 



Pratikno mengatakan Gernas RANA merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak memperoleh perlindungan di berbagai ruang kehidupan, mulai dari keluarga hingga lingkungan digital.

"Kita menyelenggarakan Gerakan Nasional menjamin ruang yang aman dan nyaman bagi anak, khususnya di satuan pendidikan. Pemerintah atas perintah Bapak Presiden Prabowo harus menjamin ruang yang aman dan nyaman, baik di keluarga, di satuan pendidikan, di ruang-ruang publik, maupun di ruang digital," kata Pratikno.

Melalui gerakan tersebut, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

"Kami mengajak para orang tua, para guru, pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjamin ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Karena kalau anak mengalami kekerasan, dampaknya sangat luar biasa bagi tumbuh kembang anak ke depan," ujar Pratikno.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik, verbal, seksual, hingga kekerasan di ruang digital. Anak-anak didorong untuk tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan kekerasan.

"Kepada anak-anak kita, kalau mengetahui dan merasakan ada kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, seksual, maupun di ruang digital, jangan ragu-ragu menyampaikan kepada guru, kepada orang tua. Pemerintah selalu hadir untuk menjamin anak-anak tumbuh dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan," tutur Pratikno.

Melalui Gernas RANA, pemerintah berharap budaya perlindungan anak semakin menguat di lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik, dan ruang digital sehingga seluruh anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X