23 September 2026 11:26
Jakarta: Komisi IV DPR RI mendesak pemerintah untuk mempercepat langkah antisipasi terhadap dampak fenomena El Nino yang berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional. Kondisi cuaca ekstrem ini dinilai berisiko menekan angka produksi padi, mengganggu ketersediaan stok pangan, hingga memicu kendala pasokan beras di pasar.
Dampak kekeringan sudah mulai dirasakan di sejumlah wilayah pertanian. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sekitar 4.000 hektare lahan pertanian dilaporkan sempat mengalami kekeringan. Dengan rata-rata produktivitas lahan mencapai 5,5 ton per hektare, potensi kehilangan atau gangguan produksi padi dalam satu musim panen diperkirakan mencapai 22 ribu ton.
"Jadi saya jauh-jauh sebelumnya mengingatkan kepada pemerintah bahwa El Nino ini ancaman yang sangat serius. Karena apa? Karena El Nino ini adalah terjadi konon katanya akan selesai di bulan Februari. Artinya kalau sekarang September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari masih ada enam bulan. Nah, baru enam bulan itu di beberapa daerah yang kami lakukan random sampling di lapangan, itu posisi lahan pertanian kita di Jawa Tengah saja itu seperti di Kabupaten Pati itu kemarin terjadi kekeringan itu sampai kurang lebih 4.000 hektare," ujar Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 23 September 2026.