Menjaga Asa Belajar di Tengah Bencana

1 September 2026 16:36

Dua pekan setelah gempa bumi melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, sektor pendidikan masih mengalami hambatan besar. Data terbaru per 23 Agustus mencatat sebanyak 141.207 siswa terdampak dan belum bisa kembali belajar secara normal akibat kerusakan infrastruktur sekolah yang masif.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada 1.918 satuan pendidikan yang tersebar di 7 kabupaten dan 97 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 665 bangunan sekolah dan 6.927 ruang kelas mengalami rusak berat. Tak hanya ruang kelas, fasilitas penunjang seperti 418 laboratorium, 1.928 toilet, hingga 370 rumah dinas guru juga dilaporkan hancur.

Menanggapi kondisi ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemulihan pendidikan di NTT adalah tanggung jawab bersama.

"Bencana ini mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi semesta bukan sekadar slogan, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata," ujar Abdul Mu'ti dalam kutipan di tayangan Metro Siang Metro TV, Senin, 31 Agustus 2026.
 


Sebagai langkah darurat, pemerintah bersama relawan telah melakukan sejumlah intervensi agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti total. Hingga saat ini, 89 tenda darurat telah didirikan untuk berfungsi sebagai ruang kelas sementara.

Selain itu, skema KBM saat ini terbagi menjadi beberapa metode:
  • 295 sekolah mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
  • 37 sekolah menjalankan pembelajaran darurat di lokasi.
  • 785 sekolah telah mengusulkan pembangunan ulang kepada pemerintah.
  • 1.221 sekolah lainnya saat ini masih meliburkan siswanya sambil menunggu kesiapan fasilitas.

Selain bantuan fisik, bantuan non-fisik berupa pendampingan psikososial juga mulai berjalan. Tim dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Diponegoro Assistance Response Team (D-Dart) Undip, telah diterjunkan untuk membantu memulihkan trauma para siswa. Pemerintah juga fokus pada pembenahan sanitasi dan asesmen teknis bangunan guna memastikan keamanan lingkungan sekolah ke depannya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X