Gempa M7,7 Guncang Flores, Begini Upaya Pemerintah Tangani Dampaknya

Metro TV • 17 August 2026 13:52

Jakarta: Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari. Gempa yang dipicu pergerakan sesar naik atau thrust fault tersebut menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Gempa terjadi pada pukul 00.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT. Guncangan tersebut berdampak di sejumlah wilayah di Pulau Flores. Berdasarkan data penanganan bencana, sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat.
 

 

Gempa Berdampak di Sejumlah Wilayah Flores

Sejumlah wilayah yang terdampak gempa antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Flores Utara, Ende, Sikka, dan Flores Timur. Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 25 orang. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 20 orang dilaporkan meninggal dunia.

Selain korban jiwa, gempa juga menimbulkan kerusakan dan mengganggu sejumlah fasilitas dasar masyarakat. Pemerintah memprioritaskan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk pencarian korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan, pemenuhan kebutuhan logistik dan pengungsian, serta pemulihan infrastruktur dasar.

Gempa yang berpusat di laut tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, peringatan dini tsunami kemudian diakhiri oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.30 WIB di hari yang sama.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, pemerintah dan tim penanganan bencana tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi di wilayah terdampak. Di sisi lain, aktivitas seismik masih terjadi setelah gempa utama. Tercatat sebanyak 995 gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah pusat turun langsung menangani dampak gempa Flores. Kunjungan ke wilayah terdampak dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama jajaran Kabinet Merah Putih serta direksi sejumlah BUMN.

Penanganan darurat difokuskan pada beberapa hal, mulai dari penyelamatan warga, pencarian korban di lokasi reruntuhan, penyediaan kebutuhan logistik dan tempat pengungsian, hingga pemulihan infrastruktur dasar.

Infrastruktur yang menjadi perhatian antara lain akses jalan, jaringan listrik, telekomunikasi, serta layanan kesehatan. Pemerintah juga menyiapkan opsi pembukaan rumah sakit lapangan untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas rumah sakit di daerah terdampak, terutama jika jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis terus bertambah.

Presiden Prabowo Subianto turut menginstruksikan percepatan penanganan bencana dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Sebanyak 50 ribu paket bantuan Presiden disalurkan untuk warga terdampak gempa. Selain itu, pemerintah juga mengirimkan 27 ton bantuan logistik untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah bencana.

Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) turut dilibatkan dalam penanganan darurat. PLN, Telkom, Pertamina, dan Bulog dikerahkan untuk membantu memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk energi, komunikasi, serta ketersediaan bahan pangan dan logistik. TNI dan Polri juga dilibatkan dalam proses penanganan dan pengamanan di wilayah terdampak.
   

Posko Bantuan Dibuka di Sejumlah Lokasi

Untuk mempercepat distribusi bantuan dan koordinasi penanganan, pemerintah membuka posko utama di Labuan Bajo dan Maumere. Sementara itu, Posko Bantuan Logistik Nasional juga dibuka di Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Posko tersebut menjadi salah satu pusat koordinasi bantuan logistik yang akan dikirimkan ke wilayah terdampak.

Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk turun langsung memastikan penanganan masa darurat berjalan cepat dan maksimal. Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas selama proses evakuasi, pencarian korban, pemulihan infrastruktur, hingga memasuki tahap rehabilitasi dan pemulihan wilayah terdampak.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X