30 January 2026 14:48
Jakarta: CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan alasan pentingnya demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dilaksanakan segera mungkin. Hal ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola dan transparansi pasar modal nasional.
“Kita ingin bursa kita menjadi lebih transparan, lebih terbuka, dan menjunjung tinggi tata kelola yang baik. Prinsip good governance ini harus terus kita tingkatkan secara berkelanjutan,” kata Rosan, dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 30 Januari 2026.
Transparansi ini menjadi poin penting, terlebih banyak perusahaan BUMN yang sudah tercatat melantai di bursa saham. Menurut Rosan, hampir 30 persen dari total market kapitalisasi pasar yang ada di bursa merupakan hasil kontribusi dari BUMN.
"Program demutualisasi ini yang akan diakselerasi. Kami (Danantara) juga tentunya terbuka," kata Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan percepatan demutualisasi BEI juga membuka peluang keterlibatan yang lebih luas dari berbagai pihak. Termasuk lembaga investasi dan Sovereign Wealth Fund (SWF), sebagaimana telah diterapkan di sejumlah negara lain.