19 September 2026 09:42
Komunitas Jakarta Mengabdi konsisten menghadirkan ruang belajar interaktif bagi anak-anak dari kaum marginal di kawasan lapak rongsok Kampung Pedongkelan, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Kegiatan belajar dan bermain yang digelar setiap hari Minggu ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak di tengah padatnya Ibu Kota.
Gerakan sosial berbasis pendidikan yang berdiri sejak 7 Januari 2020 ini diinisiasi oleh seorang pemuda bernama Kisa. Dalam kurun waktu lebih dari lima tahun, organisasi berbadan hukum ini telah menjangkau 10 kampung di wilayah Jakarta. Komunitas ini berfokus pada empat pilar utama, yakni edukasi masyarakat, kelestarian budaya, dan semangat kebersamaan warga Jakarta.
Wakil Koordinator Bidang Program Jakarta Mengabdi, Mega menjelaskan bahwa proses pendampingan di setiap daerah binaan berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun. Dalam pelaksanaannya, tim relawan kerap menghadapi tantangan awal, seperti penentuan lokasi terpinggirkan serta kecurigaan dari warga setempat.
"Hambatannya warga agak cukup skeptis awalnya karena disangkanya kakak-kakak mahasiswa atau les berbayar. Tapi setelah kita beberapa kali sosialisasi, mereka ternyata sangat amat merasa senang dengan kehadiran kita," ujar Mega dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 19 September 2026.
Pihaknya menambahkan bahwa kehadiran program ini diharapkan mampu memicu motivasi perubahan dari dalam masyarakat itu sendiri.
"Harapannya semoga pendidikan di Indonesia benar-benar sampai masuk ke masyarakat menengah ke bawah. Walaupun nanti tidak bisa mengubah, minimal masyarakatnya jadi punya rasa untuk berubah," lanjutnya.
Sebagian besar pengajar dalam gerakan ini merupakan siswa SMA dan mahasiswa yang mengisi waktu luang dengan kegiatan sosial. Sistem pembelajaran dirancang dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi oleh fasilitator agar anak-anak dapat memahami materi dengan baik, seperti topik lingkungan dan pengelolaan sampah.
Melalui interaksi langsung, para relawan menemukan fakta di lapangan mengenai anak-anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan formal akibat kendala ekonomi.
"Aku banyak menemukan anak-anak yang mungkin usianya harusnya sudah sekolah, tetapi ternyata belum sekolah karena kondisi keluarga atau finansial. Namun, dengan adanya kegiatan ini, kita tahu bahwa anak-anak ini punya semangat untuk belajar," tutur salah satu relawan Jakarta Mengabdi, Taskya Amanda.
Program pengabdian ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya wadah aktivitas positif bagi anak-anak mereka. Meski masa pendampingan di setiap kampung terbatas, kegiatan belajar rutin ini diharapkan mampu menjaga motivasi anak-anak dalam menuntut ilmu demi masa depan mereka.