Sejarah tak selalu harus dipelajari dari buku atau dihafalkan melalui tanggal dan nama tokoh. Melalui komunitas Bogor Historical Walk (BHW), masyarakat diajak berjalan menjelajah sekaligus mengenal berbagai jejak sejarah yang terdapat di Bogor dan sekitarnya.
Komunitas yang bersifat cair ini kini telah memiliki lebih dari 2.000 anggota. Setiap kegiatannya pun dikemas dalam berbagai tema. Mulai dari sejarah kota Bogor, bangunan kolonial, sejarah perkeretaapian, kebun raya, kuliner legendaris, hingga urban trekking.
Tak hanya menyusuri jejak sejarah, BHW juga memiliki program pengenalan konservasi, salah satunya melalui kegiatan di Suaka Elang. Peserta diajak mengenal ancaman perburuan satwa, serta upaya rehabilitasi, dan pelepasliaran elang.
Founder BHW, Ramadhian, menyebut komunitas ini sudah berdiri sejak 2019. Sejauh ini, BHW telah memiliki sekitar 35 tema kegiatan.
"Jadi ini komunitas yang memang ingin memperkenalkan sejarah dan budaya kepada masyarakat. Nah, ini salah satu kegiatan kami yang favorit seperti ini. Ini tur sejarah. Jadi seperti hari ini, kami ajak mereka untuk melihat bagaimana dulu pilboks-pilboks atau pertahanan tentara Australia di sini, situs-situs di Pasir Angin, Mausoleum Van Motman. Jadi langsung ke tempatnya," kata Ramadhian, dalam segmen
Metro Community Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Minggu, 6 September 2026.
"Lalu kami juga punya beberapa kelas sejarah di Bogor, beberapa bakti sosial seperti itu. Ini komunitas yang cair dan anggotanya sekarang kayaknya lebih dari 2.000 ya, jadi pasti rame gitu kalau ada kegiatan," kata Ramadhian, menambahkan.
Bagi peserta, perjalanan bersama BHW menjadi pengalaman untuk melihat sejarah dari sudut pandang yang berbeda. Devina, salah satu peserta, mengaku senang bisa mengenal lebih dalam sejarah Bogor dan Jawa Barat. Menurutnya, BHW menjadi salah satu komunitas yang membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal sejarah secara lebih komprehensif.
"Karena sebenarnya saya tuh orang Bogor yang ingin banget belajar soal sejarah Bogor, tentang Jawa Barat gitu kan," kata Devina.
Pengalaman serupa juga dirasakan Sandi Wisnu Aji. Baginya, belajar sejarah bersama praktisi, arkeolog, dan pegiat sejarah membuat peserta bisa menemukan sisi lain dari sebuah peristiwa.
"Pertama saya suka sejarah. Kedua, saya ingin banyak lebih tahu. Sebab, yang kita pelajari dari banyak buku sejarah yang ada di sekolah dulu kan hanya satu sisi. Nah, ini ketika kita mungkin bersama praktisi, bersama arkeolog, bersama teman-teman sejarah yang lainnya, ada sisi-sisi lain yang bisa diceritakan atau bisa kita ketahui dari sejarah itu sendiri," kata Sandi.
Untuk melihat keseruan BWH melakukan wisata ke sejumlah tempat, bisa dilihat dalam video di atas.