Wapres AS Melihat Tanda-tanda Selat Hormuz Dibuka

10 April 2026 17:42

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan penutupan di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump telah menerima laporan terkait langkah Iran tersebut, yang disebut sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa tindakan itu tidak dapat diterima dan bertentangan dengan semangat kesepakatan yang sedang berlangsung.

Meski demikian, di tengah ketegangan tersebut, tanda-tanda positif mulai terlihat. Pemerintah AS melaporkan adanya peningkatan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang mengindikasikan jalur tersebut perlahan kembali beroperasi.

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance. Ia menyebut bahwa peningkatan lalu lintas di selat tersebut menjadi sinyal awal pemulihan, yang turut berdampak pada pasar global. 

"Kami sebenarnya melihat tanda-tanda bahwa selat tersebut mulai dibuka kembali. Saya rasa kalian juga mungkin melihat harga minyak mulai turun. Jadi saya pikir pasar minyak dan gas merespons hal yang sama," ujar Vance, dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Jum'at 10 April 2026. 



Namun, Washington tetap bersikap tegas. Pemerintah AS menekankan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan bagian penting dari komitmen Iran dalam kesepakatan gencatan senjata. Jika tidak dipatuhi, AS mengisyaratkan kemungkinan untuk meninjau ulang komitmennya dalam perjanjian tersebut.

"Kesepakatannya adalah gencatan senjata, sebuah negosiasi. Itu yang kami berikan. Dan sebagai gantinya, mereka harus membuka kembali selat tersebut. Jika kami tidak melihat itu terjadi, maka presiden tidak akan mematuhi kesepakatan dari pihak kami jika Iran juga tidak mematuhi bagian mereka," ucap Vance. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)