Jakarta: Belakangan ini, hantavirus menjadi salah satu penyakit yang ramai diperbincangkan di media sosial dan berbagai pemberitaan kesehatan. Virus yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus ini kembali menyita perhatian publik karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru hingga ginjal.
Meski tergolong jarang, hantavirus tetap perlu diwaspadai karena penularannya bisa terjadi lewat paparan kotoran, urin, atau air liur tikus yang terinfeksi. Ketika partikel kotoran tersebut mengering dan bercampur dengan debu, virus dapat terhirup manusia melalui udara (airborne). Karena itu, kebersihan lingkungan dan pengendalian hama menjadi langkah penting untuk mencegah penularan.
Melansir data dari
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi hantavirus dapat menimbulkan dua sindrom klinis utama, yakni
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru serta
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada ginjal.
Gejala Infeksi Hantavirus Berdasarkan Sindromnya
Gejala
hantavirus biasanya tidak langsung muncul, melainkan berkembang dalam beberapa minggu setelah seseorang terpapar virus. Berikut rincian gejalanya berdasarkan dua sindrom utama:
1. Hantavirus Pu lmonary Syndrome (HPS)
Sindrom ini menyerang sistem pernapasan dan tergolong sangat berbahaya karena memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi pada kasus berat.
Gejala Awal:
- Kelelahan ekstrem dan demam
- Nyeri otot hebat, terutama pada paha, pinggul, dan punggung
- Sakit kepala, pusing, dan menggigil
- Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut
- Gejala Lanjutan (4–10 hari setelah gejala awal):
- Batuk parah dan sesak napas
- Dada terasa tertekan akibat paru-paru mulai terisi cairan
2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Sindrom ini lebih banyak menyerang fungsi ginjal dan sistem pembuluh darah. Gejalanya biasanya muncul 1–2 minggu setelah paparan.
Gejala Awal:
- Demam tinggi mendadak dan menggigil
- Sakit kepala hebat dan penglihatan kabur
- Nyeri punggung dan perut disertai mual
- Gejala Lanjutan:
- Tekanan darah turun drastis (hipotensi)
- Pendarahan akibat kebocoran pembuluh darah, seperti bercak merah di kulit atau mimisan
- Syok akut hingga gagal ginjal
Langkah Pencegahan Hantavirus
Karena belum ada pengobatan spesifik untuk hantavirus, pencegahan menjadi langkah utama. Melansir rekomendasi dari CDC dan American Lung Association, berikut beberapa cara efektif untuk melindungi diri dan keluarga:
- Simpan makanan dengan aman
Pastikan makanan manusia maupun pakan hewan disimpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak menarik tikus datang.
- Kelola sampah dengan baik
Buang sampah secara rutin dan pastikan tempat sampah selalu tertutup.
Periksa seluruh area rumah dan tutup lubang, celah, atau retakan kecil yang bisa menjadi jalan masuk tikus.
- Hati-hati saat membersihkan area terkontaminasi
Saat membersihkan area yang diduga menjadi sarang tikus, hindari langsung menyapu atau menggunakan vacuum cleaner pada kotoran tikus yang kering. Cara tersebut dapat membuat partikel virus beterbangan dan terhirup melalui udara.
Nah, itulah penjelasan mengenai
hantavirus, mulai dari gejala, jenis sindrom, hingga langkah pencegahannya. Meski terdengar sepele, paparan dari hewan pengerat dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan kotoran tikus menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit ini.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)