Operasi Pencarian Korban KM Virgo Hari ke-17: 3 Jenazah Baru Kembali Dievakuasi

29 September 2026 17:37

Tim penyelam gabungan yang terdiri dari 44 personel Basarnas Special Group dan TNI Angkatan Laut berhasil mengevakuasi tiga jenazah tambahan dari badan KMP Virgo di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari ke-17 operasi SAR, Selasa, 29 September 2026. Ketiga jenazah tersebut diangkut menggunakan helikopter milik Basarnas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk menjalani proses identifikasi.

Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol. Muchammad Sofwan menyebut hingga sore ini terdapat 41 jenazah yang sudah diidentifikasi dan 30 lainnya masih dalam proses. 

"Jadi sampai sore ini kita sudah merilis yang sudah teridentifikasi sekitar 41 jenazah, kemudian yang belum teridentifikasi dalam proses 30," ujar Kombes Pol. Muchammad Sofwan dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa, 29 September 2026.

Proses identifikasi korban dilaporkan menghadapi tantangan fisik yang semakin berat seiring berjalannya waktu akibat proses pembusukan alami.

"Tantangannya adalah kondisi korban yang sudah susah diidentifikasi karena wajah kemudian sidik jari sudah tidak bisa diidentifikasi. Beberapa anggota tubuh juga ada yang sudah tidak ada, itu sangat menyulitkan kita pada waktu identifikasi, termasuk korban ada yang kena luka seperti kena bahan kimia,” kata Sofwan.

Guna menanggulangi kendala tersebut, tim DVI menerapkan penanganan lintas disiplin ilmu dengan memanfaatkan data fisik maupun jejak digital korban.

"Kita dari tim post mortem dan ante mortem pada waktu rapat rekonsiliasi masih menggunakan bantuan dari pertama kedokteran forensik, kedokteran gigi forensik, kemudian bantuan dengan tim cyber untuk mengecek data-data ante mortem di handphone," jelas Sofwan.

Tim pemeriksaan juga terus melakukan pencocokan data medis, seperti riwayat tindakan operasi dan tanda fisik khusus.
 


Mengenai metode penentuan identitas, pihak DVI mengutamakan kesepakatan data medis dan barang pribadi (properti) saat rapat rekonsiliasi. Namun, apabila terdapat keraguan, tim langsung mengambil langkah pengujian genetik.

"Sebenarnya kalau pada waktu rapat rekonsiliasi asal ada pada waktu ante mortem dan post mortem sudah sepakat ditemukan baik ciri medis maupun properti, kita langsung bisa melakukan identifikasi tersebut. Namun kalau dari rapat rekonsiliasi kita masih ragu, kita ada satu teknik dengan menggunakan usap sampel DNA," tutur Sofwan.

Seluruh sampel DNA dari keluarga inti korban dilaporkan telah terkumpul melalui koordinasi bersama Biddokkes Polda Jatim, Jabar, Jateng, serta Kalsel.

"Alhamdulillah semua sudah dikirim ke Jakarta. Cuma permasalahannya adalah proses DNA itu rata-rata memakan waktu sekitar 1 sampai 2 minggu," pukas Sofwan.

Operasi pencarian dan penyelaman di perairan Masalembo dipastikan masih akan berlanjut. Basarnas telah memperpanjang masa operasi SAR hingga Sabtu pekan depan, dengan batas waktu penyelaman harian berlangsung sampai pukul 18.00 WITA.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X