Jaga Stabilitas, Dasco Dorong Buyback Saham Bank BUMN

9 June 2026 12:14

Jakarta: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong dilakukannya pembelian kembali atau buyback saham untuk bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai memiliki fundamental yang baik.

Hal tersebut ia ungkapkan usai melakukan pertemuan dengan Ketua BP BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan para Direktur utama (Dirut) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

"Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Doni Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," ujar Dasco dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 9 Juni 2026. 

Menurutnya, meskipun pasar saham tengah dipengaruhi oleh tekanan global, sejumlah saham perbankan BUMN masih memiliki kinerja dan prospek yang solid. Oleh karena itu, langkah buyback dinilai dapat menjadi salah satu opsi untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar modal.

Dorongan ini sekaligus menjadi perhatian DPR terhadap dinamika sektor keuangan dan upaya menjaga kepercayaan investor terhadap saham-saham pelat merah di Indonesia.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, memaparkan data kinerja emiten perbankan negara yang mencapai level terbaiknya. Ia melaporkan bahwa secara fundamental, kondisi Himbara saat ini sangat terjaga.

"Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental, kinerja Himbara ini sangat bagus, bahkan bisa dibilang ini adalah kinerja terbaik kami. Sebagai gambaran, pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20 persen, begitu pula dengan dana pihak ketiga yang tumbuh 20 hingga 30 persen," kata Putrama.

Lebih lanjut, Putrama menekankan bahwa tingkat likuiditas juga berada dalam posisi yang aman dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di kisaran 88 hingga 90 persen. Risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pun tetap rendah, yakni di bawah 2 persen.

"Melihat angka-angka tersebut, rasanya tidak perlu ada kekhawatiran atau keraguan terhadap kondisi fundamental perbankan kita di bursa," ucapnya
 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)