16 May 2026 20:14
Analis geopolitik Timur Tengah Dina Sulaeman menilai serangan terbaru Israel ke Gaza saat peringatan 78 tahun Nakba bukan sekadar eskalasi konflik biasa, melainkan bagian dari proyek panjang pendudukan Palestina yang belum berhenti sejak 1948.
“Situasi ini adalah kelanjutan dari Nakba 78 tahun yang lalu. Sejak awal Israel didirikan dengan merampas tanah rakyat Palestina,” kata Dina dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu 16 Mei 2026.
Dina menyebut Israel sejak awal berdiri memang memiliki tujuan menguasai seluruh wilayah Palestina. Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya menyasar wilayah Palestina, tetapi juga meluas ke kawasan lain di Timur Tengah yang kerap dikaitkan dengan konsep “Israel Raya”.
"Makanya juga Israel juga menggempur Lebanon, kemudian juga saat ini menduduki Suriah, dan juga target berikutnya itu juga Irak dan lain-lain yang tujuannya untuk membuat negara yang besar, Israel Raya," ucap Dina.
Lebih lanjut, ia menyoroti keterkaitan konflik Gaza dengan ketegangan regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Lebanon. Ia menilai konflik-konflik tersebut tidak bisa dipandang secara terpisah.
“Karena Trump sendiri ketika baru-baru ini ya, setelah kunjungan dari Tiongkok, ketika diwawancarai, dia mengatakan bahwa kami dalam perang ini membela Israel, secara eksplisit menyebutkan membela Israel, membantu Israel. Artinya memang perang yang terjadi di kawasan itu satu paket dengan upaya untuk terus mendukung Israel agar bisa melanjutkan proyeknya untuk menduduki Palestina secara keseluruhan plus negara-negara lain termasuk juga Lebanon Selatan,” ujarnya.
Ia juga menyebut upaya Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berkaitan dengan posisi Iran yang selama ini mendukung kelompok pejuang Palestina, terutama dalam aspek militer.