Dampak Doomscrolling bagi Kesehatan, Terutama Pada Mental-Tips Kesehatan

Wijokongko • 6 June 2026 10:32

Jakarta: Di era digital saat ini, banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam menggulir berita dan media sosial, terutama saat terjadi krisis, bencana, konflik, atau berita negatif lainnya. Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling, yaitu perilaku terus-menerus mengkonsumsi berita atau konten yang bernada negatif dan mengkhawatirkan. 

Meski sering dilakukan untuk mencari informasi terbaru, kebiasaan ini ternyata dapat memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik jika dilakukan secara berlebihan.

Melansir dari Psychology Today, doomscrolling adalah aktivitas membaca berita atau konten media sosial yang berisi isu-isu mengganggu seperti tragedi, krisis, bencana, atau berbagai kabar buruk lainnya secara terus-menerus.

Kebiasaan ini dapat memicu berbagai konsekuensi negatif, mulai dari gangguan kesehatan mental, meningkatnya stres, hingga kualitas tidur yang memburuk. Kondisi ini terjadi karena otak manusia sebenarnya dirancang untuk merespons ancaman dalam jangka pendek. Namun, di era internet, paparan informasi negatif dapat berlangsung tanpa henti selama 24 jam sehari. 

Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan 


Melansir dari laman Lifemark, ada beberapa dampak yang terlihat jelas yakni:


1. Meningkatkan Stress dan Kecemasan


Paparan berita negatif yang berulang dapat memicu respons fight, flight, or freeze. Akibatnya, tubuh terus memproduksi hormon stres yang dapat meningkatkan kecemasan, memicu depresi, menyebabkan insomnia, bahkan menimbulkan trauma tidak langsung yang menyerupai gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD). Semakin lama seseorang terpapar konten yang menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran, semakin sulit pula tubuh dan pikiran kembali ke kondisi rileks. 

2. Mengganggu Kualitas Tidur


Doomscrolling juga sering dilakukan menjelang waktu tidur.  Cahaya biru dari layar ponsel dapat menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur. Ditambah lagi, berita negatif membuat otak tetap aktif dan sulit tenang. Akibatnya, seseorang menjadi lebih sulit tertidur, sering terbangun di malam hari, atau merasa tidak segar ketika bangun keesokan harinya.


3. Menyebabkan Keluhan Fisik


Posisi tubuh yang terus membungkuk saat melihat ponsel dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai tech neck, yaitu ketegangan kronis pada leher dan bahu akibat penggunaan gawai yang berlebihan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu nyeri leher, sakit kepala, pegal pada bahu, hingga gangguan pada tangan dan pergelangan tangan.

Tanda-Tanda Terlalu Sering Doomscrolling


Menurut Mental Health Foundation, kebiasaan doomscrolling sering kali berlangsung secara otomatis sehingga seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sudah menghabiskan terlalu banyak waktu mengonsumsi berita negatif.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
  1. Merasa cemas, tegang, atau sedih setelah membaca berita.
  2. Menghabiskan waktu menggulir layar lebih lama dari yang direncanakan.
  3. Terus memeriksa pembaruan berita berkali-kali dalam satu jam.
  4. Merasa lelah secara emosional atau mati rasa setelah melihat media sosial.
  5. Sulit mengalihkan pikiran dari berbagai peristiwa negatif yang dibaca.

Kebiasaan ini dapat dikurangi dengan cara membatasi waktu untuk mengakses Media Sosial, mengalihkan perhatian ke aktivitas positif dan memilih sumber informasi secara selektif.

(Jessica Nur Faddilah)

(Wijokongko)