Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

6 September 2026 11:54

Erupsi menerus yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik yang cukup luas. Berdasarkan analisis data meteorologi dan citra satelit Himawari 9, abu vulkanik terpantau terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah meliputi Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa arah dan jangkauan sebaran abu sangat dipengaruhi oleh faktor meteorologi.

"Jadi, arah sebaran abu ini sangat dipengaruhi oleh arah kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, dan jumlah material yang dikeluarkan itu sangat memengaruhi arah sebaran abu tersebut, sehingga dapat berubah dalam waktu relatif singkat," jelas Lana dalam keterangan resminya, dikutip dari tayangan YouTube Metro TV, Minggu 6 September 2026.
 



Menanggapi kondisi tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diwajibkan mengenakan masker guna menghindari paparan abu vulkanik dan gas berkonsentrasi tinggi yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

Selain itu, warga juga wajib mematuhi zona rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati pusat aktivitas. "Kami merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X